Connect with us

Lagi, Anggota DPRD Bombana Keliling Indonesia

Uncategorized

Lagi, Anggota DPRD Bombana Keliling Indonesia

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Baru dua minggu lakoni Bintek di Surabaya, DPRD Kabupaten Bombanà kembali jadwalkan agenda untuk keluar daerah lagi.

Rapat Paripurna Senin (23/2) kemarin, para wakil rakyat Bombana ini kembali mengagendakan kunjungan ke daerah wisata yakni Bali dan Makasar.

Dibalut dalam Kegiatan Kajian Antar Daerah (KAD), Rapat paripurna tetapkan enam hari kunjungan di Provinsi Bali yakni mulai tanggal 26 Februari hingga 3 Maret mendatang. Sementara tujuan Makasar akan dihelat tanggal 4 hingga 10 Maret 2015.

Sekretaris Dewan(Sekwan) DPRD Bombana Drs Alimudin mengatakan KAD dengan tujuan ke Bali sebanyak 13 anggota DPRD dibawah koordinator Ketua DPRD Bombana yakni Andi Firman. Sementara ke Makasar sebanyak 12 orang dibawah koordinator wakil ketua DPRD Bombana Ahmad Mujahid.

“Lokasi KAD di Provinsi Bali yakni dikabupaten Tabanan, sementara diwilayah Makasar yakni di Kabupaten Jeneponto,” pungkas Alimuddin bacakan surat Keputusan paripurna DPRD Bombana nomor IV tahun 2015.

Makin Rajinnya anggota DPRD Bombana Keluar Daerah dikritik oleh sejumlah LSM Bombana. Aziar Koordinator divisi investigasi lembaga pemantau infrastruktur pedesaan Bombana mengatakan kondisi rakyat Bombana saat ini masih memprihatinkan. Namun anggota Dewan lebih doyan keluar daerah ketimbang memikirkan rakyatnya sendiri.

“Harusnya, beresin dulu persoalan dalam daerah baru keluar. Banyak persoalan masih gerogoti rakyat Bombana diantaranya, persoalan lahan tambang, jalan rusak, listrik, pendidikan hingga persoalan pertanian dan perikanan. Kasian rakyat sudah berharap banyak ke anggota DPRD agar diperjuangkan, malah orang yang diminta itu pergi kunjungan sana sini, dengan dalik KAD atau Bintek,” kritik Aziar.

Dirinya meminta kepada anggota DPRD Bombana agar jangan keseringan keluar daerah, sebab tupoksinya selaku wakil rakyat masih banyak yang menumpuk. Apalagi biaya perjalanan para anggota Dewan tersebut jelas jelas dibebankan kepada APBD yang notabena merupakan uang rakyat. “Aneh ya.., pekerjaan kian menumpuk bahkan cenderung enggan diselesaikan. Tapi semangat untuk keluar daerah sangat luar biasa,” sindirnya. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top