Connect with us

Kurang Bukti, Rekomendasi Panwaslu ke Polisi Dibatalkan

Hukum & Kriminal

Kurang Bukti, Rekomendasi Panwaslu ke Polisi Dibatalkan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Rekomendasi yang telah diajukan Panwaslu Kota Kendari kepada pihak kepolisian dibatalkan karena dinilai tidak cukup bukti untuk ditindak lanjuti sebagai tindak pidana pelanggaran pemilu. Hal tersebut dikatakan Ketua Panwaslu Kota Kendari, Arafat, kepada sejumlah rekan media.

“Kami memang sudah melakukan gelar perkara atas dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Walikota Kendari, Asrun, gelar perkara yang kami lakukan itu bersama dengan pihak kejaksaan dan kepolisian, kalau dari kami panwas menilai bahwa telah memenuhi unsur untuk kemudian ditindak lanjuti kepada pihak kepolisian karena masuk dalam dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu,” jelasnya.

Pihaknya mengatakan bahwa dalam gelar perkara tersebut pihak kejaksaan dan kepolisian menilai tidak cukup bukti untuk ditindak lanjuti, namun setelah melakukan konsultasi dengan Bawaslu, pihaknya mengirimkan rekomendasi tersebut kepada pihak kepolisian.

“Surat rekomendasi itu sudah saya kirimkan kemarin (kamis,red), namun pagi tadi, surat rekomendasi tersebut dikembalikan oleh pihak kepolisian karena dinilai tidak cukup bukti,” katanya.

Terkait tidak cukup bukti yang dilontarkan oleh pihak kepolisian dan kejaksanaa, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak. “Saya juga tidak tahu alasannya apa, apakah pihak kejaksaan atau kepolisian yang menilai tidak cukup bukti, mungkin bisa langsung ditanyakan kepada yang bersangkutan,” tukasnya.

Arafat menambahkan bahwa sesuai dengan Pasal 211 dan 214, panwaslu menilai memenuhi unsur terkait penggunaan fasilitas negara, dimana saat melakukan sosialisasi, Walikota menggunakan fasilitas negara dan menyebarkan selebaran yang menyudutkan salah satu capres. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top