Kue Pembangunan “Tamasya” Dinilai Timpang

-Amiaddin : Kabaena Bukan Anak Tiri-

Suarakendari.com-Kabupaten Bombana memiliki tiga cakupan wilayah besar,  yakni Poleang, Rumbia dan Kabaena.  Ketiga wilayah itu merupakan pilar terbentuknya Kabupaten Bombana, Desember 2003 silam

Akan tetapi, berjalan hampir 12 tahun terbentuk.  Pemerataan pembangunan ketiga wilayah ini, mulai jadi keluhkan masyarakat. Kabaena disebut-sebut sebagai Anak tiri, dibanding dua wilayah lainnya.

Amiaddin, Wakil Ketua DPRD Bombana menyayangkan sikap pemerintah Tafdil-Mashura (Tamsya) yang kerap pilih kasih. “Soal pemerataan pembangunan, saya lihat ada ketimpangan. Wilayah Kabaena dibuat seolah-olah anak tiri,” pungkasnya.

Politisi asal PPP ini menjelaskan banyak alokasi pembangunan mengarah ke wilayah Poleang dan Rumbia. Sementara Kabaena sambung Amiaddin cuma “ampas-ampasnya” saja. “Banyak bukti terkait itu, ambil contoh pengaspalan. Di Kabaena, banyak sekali jalan yang belum terpoles aspal. Andaikan ada yang dilumuri aspal, pasti konstruksinya dibuat cepat rusak,” kesalnya.

Bukti lain yakni, penanganan darurat terkait bencana. “Di Kabaena, banyak jembatan yang rusak. Namun hingga kini, seolah-olah. enggan diperbaiki. Banyak masyarakat disan yang keluhkan itu,” tutur Amiaddin. Jembatan yang rusak tersebut antara lain, jembatan di Lampaumanu,  Desa ulungkura, Kecamatan Kabaena tengah.

Kata anggota Dewan dua periode ini, jembatan Lampaumanu itu sudah lama rusak akibat tanah longsor. Namun entah kenapa, hingga kini tidak kunjung diperbaiki. “Andai saja jembatan ini ada di wilayah Rumbia atau Poleang, pasti sudah lama diperbaiki. Padahal jembatan di Kabaena itu, merupakan jalur penting untuk menghubungkan akses wilayah Kecamatan Kabaena tengah dan Kabaena Timur,” terang  Amiaddin

Bukan cuma jembatan Lampaumanu yang jadi keluhan, namun penangana dua jembatan lainnya, ikut dikritik.” Ada lagi jembatan yang rusak namun belum juga diperbaiki oleh pemkab. Satu jembatan di desa Lengora (Kecamatan Kabaena Tengah) dan jembatan di Desa Pongkalaero (Kecamatan Kabaena Selatan),” jelasnya.

Dalam waktu dekat, DPRD berencana mengunjungi jembatan yang rusak itu. “Kami akan berkunjung disana. Sebab rusaknya jembatan itu, sungguh mempengaruhi roda perekonomian di wilayah Kabaena. Banyak masyarakat mengeluh.  Akses mulai terhambat akibat labannya penanganan dari pemerintaj,” tukasnya. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *