Connect with us

Kualitas Jalan di Kota Kendari Tidak Sesuai SNI

Metro

Kualitas Jalan di Kota Kendari Tidak Sesuai SNI

 

KENDARI, SUARAKENDAR.Com-Banyaknya ruas jalan di Kota Kendari yang berlubang seperti di jalan R Soeprapto, jalan Taman Surapati, jalan Sam Ratulangi, jalan By Pass, jalan Supu Yusuf, jalan Malik Raya, jalan S Parman, jalan HEA Mokodompit, kerap membuat transportasi angkutan jalan menjadi terganggu. Hal tersebut juga, sering membuat para pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat terperosok masuk ke dalam lubang.

Melihat kondisi itu, akademisi bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Ridwan Syah Nuhun ST MT mengatakan, kualitas jalan di Kota Kendari memang tidak sesuai dengan standar yang telah di tetapkan.

Ia mengatakan, semestinya, penggilasan saat pemadatan harus sudah selesai dikerjakan sebelum aspal mendingin di bawah 85 derajat celsius atau sesuai dengan jenis aspalnya, jika tidak penghamparan dan penggilasan aspal akan sulit dilakukan. Dan jika penggilasan masih diteruskan di bawah suhu ini, maka sesama batu agregat di dalam campuran aspal sudah mulai melekat dan tidak mampu lagi bergerak mencari tempat untuk saling mengunci (interlocking). Jika terus digilas, maka sesama batu agregat akan saling menindas dan akhirnya pecah, dan atau akan terjadi permukaan lapis atas perkerasan aspal akan kasar berbentuk agregat tidak rata.
“Pada saat aspal tiba dilokasi, suhunya itu harus 140 derajat celsius. Saat penghamparan dilakukan, temperaturnya tidak boleh di bawah 85 derajat celsius, setelah itu dilakukan pasing atau pemadatan. Proses pemadatannya juga dilaksanakan sebanyak 4 kali, kemudian dicek kembali, jika kepadatannya tidak memenuhi standar maka pasing harus dilakukan lagi sampai betul-betul padat,” ungkapnya.
Untuk melihat siapa yang salah dalam masalah ini, dosen pengajar di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Bidang Teknik Sipil ini, tidak bisa mengatakan hal tersebut. Pasalnya, semua elemen yang bertanggungjawab dalam perkerjaan tersebut seharusnya lebih teliti lagi. Dengan begitu konsep tambal sulam yang sering dilakukan pemerintah tidak akan dilakukan.
“Saya pernah turun ke lokasi pengaspalan bersama dengan BPK. Saat itu kami menanyakan JMD dan JMFnya sama kontraktor, dan mereka tidak dapat menunjukan kepada kami. Saya tidak tahu siapa yang salah dalam kondisi seperti itu,” ungkapnya. (MIN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top