KTP Empat Anggota KPU Koltim Ilegal ?

Suarakendari.com-Dinas Catatan Sipil dan kependudukan (Discapil) Kolaka Timur (Koltim) dinilai menyalahi aturan dalam mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepada Empat Komisioner KPU Koltim. Sebelumnya, Dinas Capil mengeluarkan KTP kepada empat Komisioner KPU, sebagai salah Satu syarat dalam pendaftaran seleksi masuk anggota KPU koltim, tanpa adanya rekomendasi dari desa/lurah setempat.

Anggota DPRD Koltim dari Komisi I Andi Arjan syaputra mengatakan, Dinas Capil dan kependudukan Koltim telah menyalahi peraturan Presiden (Perpres) No 25 Tahun 2008, tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil

“Dalam Pasal 4 dikatakan penduduk warga Negara Indonesia wajib melapor kepada Instansi Pelaksana melalui Kepala Desa/Lurah dan Camat untuk dicatatkan biodatanya. Sementara dalam Pasal 29 di katakan, Penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, melaporkan kedatangannya kepada kepala desa/lurah di tempat tujuan dengan menunjukkan surat keterangan pindah,” ungkap politisi muda PAN ini.

Andi Arjan mengaku telah  meminta kepada dinas capil, untuk mencabut KTP ke Empat Komisioner tersebut. Ke empat komisioner yang dikeluarkan KTP nya, tanpa ada Laporan atau rekomendasi dari desa/lurah yaitu, Aldy Yusuf Saepi yang berdomisili di Desa Lamoare. Darwis di Desa Lere Jaya, Hakpri di Desa Keisio dan Iwan Kurniawan di Kelurahan Pinanggo Jaya.

Sementara itu Lurah Pinanggo Jaya Niswar mengatakan, tidak pernah memberikan pengantar¬† kepada Capil untuk di buatkan KTP kepada Iwan Kurniawan. Surat pindahnya saja tidak ada yang masuk di kantor kelurahan. “Pernah dia datang laporkan di kantor lurah, tapi KTP nya sudah jadi, bahwa, katanya dia dari kendari. Yang jelas ini merupakan pelanggaran,” jelasnya.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi dari Kadis Capil dan kependudkan Koltim terkait permasalahan tersebut. (SAWAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *