Hukum & Kriminal

KPU Sultra Tetap Monitoring Kasus Bupati Konut

Perwakilan 10 Parpol di Konawe Utara saat menandatangani Berita Acara Laporan, di Sekretariat Panwas Konawe Utara, yang di saksikan langsung Ooleh Ketua Panwas Marwan Khalik  Kamis (13/2). foto: SARMAN

 

KENDARI, SUARAKENDARi.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap melakukan monitorng terhadap kasus yang menimpa Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman terkait dugaan kasus money politik untuk memenangkan istrinya sebagai salah seorang Caleg DPRD Sultra dari Partai Demokrat.

Aswad Sulaiman yang juga merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Konut, didapati melakukan money politik dan kampanye untuk bisa memenangkan istrinya, tidak hanya itu, ia juga menekan sejumlah perangkatnya untuk bisa memenangkan istrinya dikursi legislatif.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah, mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mencampuri terkait pelanggaran yang dilakukan tersebut, karena masing-masing penyelenggara sudah memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

“Kami juga sudah mendengar terkait kasus yang dihadapi Bupati Konut, tapi kami tidak bisa mencampuri hal itu, karena kalau untuk pelanggaran itu urusan panwas, tapi bukan berarti kami juga diam saja, kami tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus ini,” katanya.

Menurutnya, sesuai dengan UU No 8 ketika ada pelanggaran yang terjadi dilapangan, maka menjadi rana panwas untuk melakukan pengawasan kemudian dilaporkan pula kepada Bawaslu untuk segera mengambil tindakan.

“Ketika ada laporan dari pemantau, masyarakat dan peserta pemilu akan terjadinya pelanggaran, maka panwas yang harus segera melaporkan hal tersebut untuk kemudian diambil tindakan,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Aswan Sulaiman. Pasalnya, sebagai seorang kepala daerah, tidak seharusnya melakukan penekanan kepada birokrasinya apalagi untuk memenangkan caleg tertentu. Namun demikian, Hidayatullah juga menghimbau kepada seluruh peserta pemilu dan masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang bisa menghalang-halangi kelancaran pemilu yang akan segera dilakukan pada tanggal 9 April 2014 mendatang.

“Saya himbau kepada semuanya agar dengan masalah ini jangan terpengaruh, semuanya harus tetap berpartisipasi dalam kesuksesan pemilu,” himbaunya. (LINA)

Komentar
Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top