Connect with us

Kota Kendari Jadi Sasaran Bisnis Esek-esek

Metro

Kota Kendari Jadi Sasaran Bisnis Esek-esek

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Kota Kendari ternyata menjadi sasaran empuk bisnis esek-esek. Terbukti banyak “pebisnis lendir”  yang menjadikan kota lulo sebagai  kota tujuan memasok  wanita-wanita muda untuk dipekerjakan sebagai pekerja hiburan malam atau pemuas nafsu pria hidung belang.

Terbukti setelah polisi Manado pada pada Jumat, 15 Agustus 2014, mengamankan enam wanita muda yang diduga  akan dijual ke Kendari, Sulawesi Tenggara diamankan aparat Kepolisian Resor Kota Manado,  Seorang perempuan yang mereka sebut “Mami” dan seorang lagi sebagai pengemudi juga ditahan karena alasan percobaan perdagangan manusia (human traficking).

Keenam perempauan remaja itu itu adalah GP alias Gaby (21 tahun, warga Dendengan Dalam, Kecamatan Paal Dua), YR alias Yani dan IF alias Inka (masing-masing 21 tahun dan 20 tahun, warga Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget), WS alias Wina dan AL alias Afi (masing-masing 19 tahun, warga Kecamatan Malalayang), dan AM alias April (25 tahun, warga Girian, Kota Bitung).

Sedangkan si “mami” atau perekrut para gadis adalah SR alias Sherly (33 tahun, warga Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang), dan pengemudi ialaha MW alias Mario (20 tahun, warga Winangun, Kecamatan Malalayang).

Mereka diamankan aparat Kepolisian saat menunggu keberangkatan pesawat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota Manado, Komisaris Besar Polisi Sunarto, akan dipekerjakan di sebuah tempat karaoke. Mereka, katanya, sebelumnya sudah bekerja di sana, dan hari ini seharusnya sudah kembali bekerja.

Sunarto mengatakan, terbongkarnya kasus dugaan perdagangan manusia itu berawal saat tim Reserse Mobile Polresta Manado yang menerima informasi dari salah satu orangtua korban, yang menyebutkan anaknya akan diberangkatkan menuju Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Polisi bergerak cepat menuju Bandara Sam Ratulangi untuk menyelidiki. Penangkapan pun dilakukan di hanggar keberangkatan, setelah mencocokkan ciri-ciri salah satu korban.

Polisi menyita seluruh barang bawaan mereka dan empat lembar tiket pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT0741 dengan tujuan Kendari.

Hingga kini, Polisi belum bisa menyimpulkan. Kasus itu masih dalam pengembangan. Jika terbukti bersalah, SR alias Sherly akan dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pada awal 2013 silam polisi di Kendari berhasil menggagalkan aksi seorang pria yang hendak menyelundupkan sejumlah wanita muda asal Kendari menuju Ambon dan menangkap mucikarinya.   (Yos/Marwan Dias Aswan, TVOne Manado/viva news)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top