Connect with us

Korupsi Rp. 6 Milyar, Kontraktor Masuk Bui

Uncategorized

Korupsi Rp. 6 Milyar, Kontraktor Masuk Bui

 

 KOLAKA,SUARAKENDARI.Com- Ir. Abd Majid Dollah, kontraktor asal Kolaka, Sulawesi Tenggara ini harus mendekam di rumah tahanan kelas II B Kolaka. Dirinya menjadi tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Kolaka. Kejaksaan Negeri Kolaka sendiri telah menetapkan Majid Dollah sebagai tersangka kasus korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebesar Rp. 6 Milyar. Karena takut akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti saat proses penyidikan berlangsung, maka Majid Dollah dikurung penjara.

 Pelaksana tugas harian Kejaksaan Negeri Kolaka, R. Haikal menegaskan bahwa penahanan Majid Dollah telah melalui proses hukum yang berlaku dan diharapkan tersangka korupsi milyaran rupiah ini dapat bekerja sama dengan pihak penyidik. “Tersangka ini kita titip di rutan Kolaka sebagai tahanan kami hingga menuggu proses selanjutnya, termasuk proses persidangan. Kita tahan supaya dia tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri,” Ungkap pelaksana harian Kejaksaan Negeri Kolaka, R. Haikal, Senin (17/02/2014).

 Dia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak berhenti dengan penetapan tersangka dari kalangan kontraktor saja. Apabila dalam perkembangan kasus ini ada hal yang baru ditemukan maka tidak menutup kemungkinan tersangaknya akan terus bertambah. Ditempat yang sama dua jaksa dari Kejari Kolaka bernama Irna Indira dan Aditya mengungkapkan hal yang sama.

 “Sebelum kita jebloskan ke rutan, tadi pagi tersangka ini kita bawa kerumah sakit Kolaka untuk diperiksa kesehatannya. Setelah dinyatakan sehat oleh tim dokter maka berkas penahanannya kita lengkapi dan selanjutnya kita titip di rutan,” jelas Aditya.

 Secara rinci jaksa pidaha khusus Kejari Kolaka, Irna Indira menjelaskan bahwa dalam proses pemeriksaan terlebih dahulu pihaknya juga menghadirkan saksi yang meringkangankan tersangka. “Saksi yang meringankan itu tidak menututp kemugkinan akan hadir dalam persidangan nanti,” cetusnya.

 Ir. Abd Majid Dollah adalah orang yang ketiga ditetapkan tersangka dan dipenjara dalam kasus yang sama. Sebelumnya tim Kejaksaan Negeri Kolaka menahan dua orang tersangka kasus korupsi Rp. 6 Milyar ini. Yaitu Zulkifli Tahrir yang dimana kala itu menjabat sebagai kepala BPBD Kolaka. Samsul Bahri, mantan kepala bidang pengarian Kolaka yang juga ikut terseret dalam kasus ini.

 Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kolaka menganggap tiga orang ini paling bertanggung jawab atas apa yang telah mereka kerjakan. Sementara kerugian Negara sejumlah Rp.6 milyar itu adalah proyek pembuatan talud pemecah ombak di desa Babarina dan Iwoimendaa Kolaka. Namun belum juga digunakan konstruksi bangunan telah rubuh. Berdasarkan hasil audit BPKP, proyek ini sama sekali tidak bermanfaat untuk masyarakat dan tidak sesuia dengan peruntukan sebenarnya.

 Maka dari itu perhitungan kerugian Negara ditetapkan sesuai dengan jumlah dana dalam proyek tersebut. “Hitungannya los. Jumlah dananya Rp.6 Milyar maka kerugian Negara juga senilai itu. Ini hasil dari BPKP, bukan dari kami. Dan hitungan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucap Kajari Kolaka, Wahyudi, beberapa waktu lalu saat menahan dua tersangka sebelum Majid Dollah. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top