Connect with us

Korupsi Perjalanan Dinas, Eks Wakil Ketua DPRD Wakatobi Mangkir Saat Ditahan

Hukum & Kriminal

Korupsi Perjalanan Dinas, Eks Wakil Ketua DPRD Wakatobi Mangkir Saat Ditahan

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Mantan wakil ketua DPRD Wakatobi, Darmono Moane tersangka korupsi perjalanan dinas fiktif  periode 2004-2009  mangkir saat kejaksaan tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penahanan terhadap dirinya. Sementara, mantan sekretaris DPRD Wakatobi Abdul Azis yang juga dijadikan tersangka dalam korupsi itu memenuhi penahanan kejaksaan.
Kejaksaan Tinggi Sultra menetapkan status tersangka kepada dua orang tersebut, lantaran diduga melakukan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif  20 anggota, dengan kerugian negara sebesar 330 juta.

Azis akan menjalani masa penahanannya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Punggolaka, Kendari. Diwawancarai sebelum dirinya dibawa ke Rutan, Azis menyebutkan adanya keterlibatan mantan ketua dan wakil ketua DPRD Wakatobi periode sebelumnya.

“Saya memenuhi panggilan demi menegakkan hukum, adapun proses pemeriksaan menurut saya belum adil, tinggal melihat bentuk penyimpangannya yang kaya bagaimana,dan masih ada lagi tersangka lain selain saya,” kata Azis.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sultra, Ramel Jesaja SH,.M.Hum t ditemui di ruangannya mengatakan, mantan wakil ketua DPRD Wakatobi tidak memenuhi panggilan untuk ditahan karena yang bersangkutan masih berada di luar daerah.

“ Kita tunggu besok, kalau tidak datang kita akan surati lagi sampai tiga kali. Jika tetap membandel akan dijemput paksa,” ungkap Ramel, Kamis (23/10/2014).

Sebelumnya, kasus korupsi perjalanan dinas fiktif  anggota DPRD Wakatobi masa jabatan 2004-2009  berawal pada tahun 2006, dimana sebanyak 20 anggota DPRD Wakatobi telah melakukan perjalanan dinas ke salah satu daerah dengan menggunakan dana melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Lalu untuk menutupi kelebihan anggaranyang digunakan dalam SPPD 2006 tersebut, pada tahun 2009, Abdul Azis selaku sekretaris dewan saat itu dan Darmono kembali menganggarkan dana untuk perjalan dinas kepada 20 anggota dewan.

Kenyataannya 20 anggota dewan tersebut tidak melakukan perjalanan dinas dan sebagai penggantinya, tersangka memanipulasi SPPD 20 anggota dewan dan memasukkan dana tersebut ke kas daerah sebagai pengganti SPPD yang anggarannya berlebihan pada tahun 2006. KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top