Connect with us

Korupsi Milyaran Rupiah, Anggota DPRD Ini Masuk Penjara

Daerah

Korupsi Milyaran Rupiah, Anggota DPRD Ini Masuk Penjara

SUARAKENDARI.COM, KOLAKA – Ternyata satu dari tiga mantan Direktur PD. Aneka Usaha atau Perusda Kolaka yang dijebloskan kedalam Rutan Kelas II B Kolaka adalah anggota DPRD Kolaka yang baru saja dilantik. Dia adalah Yan Iswan yang merupakan kader dari Partai Golkar.

Belum juga merasakan empuknya kursi yang terhormat di gedung DPRD, Yan Iswan harus merasakan dinginnya dinding penjara di Rutan Kolaka. Sebelum dilantik menjadi angotta DPRD Kolaka tiga hari yang lalu, memang Yan Iswan pernah menjabat sejumlah jabatan strategis di Pemerintahan Kolaka, bahkan di Perusda Kolaka. Tahun 2012 lalu dirinya dipercaya memimpin Perusda Kolaka dengan jabatan Direktur Utama.

Namun dengan jabatan itu pula kini dirinya harus masuk penjara. Yan Iswan terbukti menyelewengkan uang Negara sebesar Rp.1,8 Milyar saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Utama PD. Aneka Usaha atau Perusda Kolaka pada tahun 2012 lalu. Hal ini dibenarkan oleh kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian.

Kepada SUARAKENDARI.COM, dia mengatakan total kerugian Negara dari praktek korupsi yang melibatkan Yan Iswan sejumlah Rp.5,7 Milyar. Penahanan Yan Iswan dilakukan selama 20 hari di Rutan Kolaka. “Angka korupsi itu sudah dari hasil audit BPK Perwakilan Sultra. Jadi memang kita tahan dan titip di Rutan Kolaka selama 20 hari,” katanya, Jumat (31/10/2014).

Dia juga menambahkan terkait status Yan Iswan sebagai anggota DPRD tidak berpengaruh terhadap proses hukum. “Jadi kita tidak perlu lagi menyurat kepada Gubernur terkait salah satu tersangka anggota DPRD. Tidak ada aturan yang mengarah kesitu. Dan yang jelas, dimata hukum semua sama. Saat ini tim kami lagi mempersiapkan berkas guna mengarah ke proses siding tipikor,” tambahnya.

Secara terpisah, Yan Iswan yang dikjonfirmasi lewat telepon selulernya membenarkan jika dia dan dua rekannya telah berada di Rutan Kelas II B Kolaka. “Iamemang betul sudah ditahan. Dan saya akan ikuti proses hukumnya. Saya tidak bisa berbuat banyak karena tunggu pengacara saya dulu,” jelasnya secara singkat.

Dalam kasus korupsi yang merugikan Negara hingga Rp.5,7 MIlyar itu tidak hanya melibatkan Yan Iswan, tetapi dua rekannya yang juga mantan Direktur Perusda Kolaka harus dipenjara di Rutan Kolaka.

Dua rekannya itu adalah Dudung Juana dan Rahmat Nadjib. Mereka terbukti merugikan Negara sebesar Rp.3,9 Milyar pada periode 2010 hingga 2011. Kala itu Dudung Juana menjabat sebagai Dirut Perusda dan Rahmat Najib sebagai Direktur Keuangan.

Yan Iswan dan dua rekannya terancam hukuman penjara 20 tahun. Penahanan mantan Direktur Perusda Kolaka bukanlah yang pertama kali. Beberapa bulan yang lalu, Kejaksaan Negeri Kolaka juga menahan dua Direktur Perusda Kolaka dengan sangkaan korupsi dana Kas Perushaan. (ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top