Korban Tewas Tragedi Mina 717 Orang

Suarakendari.com-Jumlah korban tewas pada tragedi mina saat prosesi lempar jumrah terus meningkat. Berdasarkan keterangan Direktorat Pertahanan Arab Saudi melalui akun Twitter resmi mereka jumlah korban mencapai 717 orang dan korban luka terus bertambah menjadi 805 orang.

Peristiwa berdarah ini bermula saat sebagian jamaah haji dilanda rasa panik . Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kepanikan tersebut muncul saat salah seorang jamaah terjatuh dari jembatan yang menghubungkan tenda jamaah dengan lokasi lempar jumrah. Kepanikan semakin membesar setelah sebagian orang kembali terjatuh dan terinjak-injak sehingga menyebabkan banyak korban tewas.

“Kami berusaha untuk mencegah kejadian tersebut berulang, namun nyatanya ini semua kehendak Tuhan,” ujar Menteri Haji Arab Saudi Iyad Madani said dilansir dari Daily Pakistan.

Adapun lokasi tragedi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina tempat pilar batu tempat melempar jumrah terletak.Mina, terutama terowongan Mina adalah tempat yang patut diwaspadai selama musim haji. Tidak sekali ini saja kecelakaan, musibah, tragedi terjadi di sini.

Tragedi terbesar Terowongan Mina terjadi pada 2 Juli 1990. Dilaporkan 1.426 jemaah haji meninggal selama karena berdesak-desakan dan terinjak dalam terowongan Al Maaisim. Terowongan itu menghubungkan Mekkah ke Mina dan Arafat. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi terowongan Mina.Sementara itu, jumlah korban luka dalam insiden itu juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebelumnya, dilaporkan bahwa jumlah korban luka sebanyak 719 orang, kali ini jumlah korban luka meningkat menjadi 863 orang.
 
Salah satu rival Saudi, Iran dengan tegas menyebut insiden ini disebabkan oleh kelalaian pemerintah Saudi. Kepala Organisasi Haji Iran, Said Ohadi mengatakan, tanpa alasan yang jelas pemerintah Saudi menutup dua dari lima gerbang menuju lokasi lempar jumrah, yang dinilai sebagai penyebab tragedi ini.
 
”Insiden hari ini menunjukkan salah urus dan kurangnya perhatian serius terhadap keselamatan jamaah. Tidak ada penjelasan lain. Para pejabat Saudi harus bertanggung jawab,” ujarnya. SK/CNN/SINDO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *