Connect with us

Konsep Tata Kota Kendari Perlu Dievaluasi

Metro

Konsep Tata Kota Kendari Perlu Dievaluasi

KENDARI, SUARAKENDARI,Com-Penataan wiilayah perkotaan di Kota Kendari dinilai sebagian kalangan masih sangat buruk dengan problem genangan air saat musim penghujan tiba.Genangan air menyebabkan rusaknya  ruas jalan kota ini. Ini pula yang memicu kritikan dari banyak pemerhati perkotaan dan lingkungan hidup di bumi anoa.

 “Jika kita mencermati penataan ruang Kota Kendari, hampir semua daerah resapan telah berubah fungsi, dipadatkan oleh bangunan rumah toko, perumahan, investasi swasta. Namun di sisi lain kawasan penyangga yang dapat meminimalisir resiko banjir juga dalam keadaaan genting,”kata Herman salah satu pemerhati perkotaan di Kendari.

 Menurutnya fungsi tanah sebagai penyerap air kini semakin kecil karena telah diganti dengan lantai beton. “Coba saja Anda cermati sebagian besar  tanah di kota ini sudah  ditimbun dan dibeton,”katanya. Karena ituIa menyarankan agar pemerintah kota bersama warga dan pemilik ruko untuk memberikan sedikit ruang bagi tanah resapan di setiap halaman rumah serta fasilitas umum. 

 Hal senanda diungkapkanEksekutif  Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kisran Makati yang menyatakan banjir yang terjadi di Kendari tak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi hingga menyebabkan meluapnya belasan sungai. Tetapi juga akibat pengelolaan tata ruang kota yang tidak berperspektif lingkungan atau ekologis.

 Ia  mengatakan secara topografi Kota Kendari berada pada bantaran Sungai Wanggu dan dan Teluk Kendari. Sehingga secara otomotis kawasan tersebut adalah daerah resapan yang dapat menimbulkan bencana jika tidak ditangani secara arif dalam penataan ruang.

Menurutnya, hutan di seputar Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu juga semakin kritis, begitupun dengan hutan mangrove di sekitar Teluk Kendari yang tersisa 10 persen.

 “Kebijakan perlindungan garis sepadan sungai yang mestinya diterapkan dalam penataan ruang juga diabaikan. Pemerintah juga tidak pernah melahirkan kebijakan soal sitem draniase pada kawasan-kawasan resapan, begitupun juga kebijakan yang mengatur soal ketinggian lahan bangunan pada derah-daerah di dataran rendah,” ucapnya.

 Kisran bersepakat dengan pendapat beberapa kalangan yang menyebutkan banjir di Kendari akibat buruknya sistem drainase.

 “Mestinya sejak awal menyusun RTRW (Rencana Tata Ruang Kota) aspek topografi dan ekologi, aspek kesatuan ruang hulu hilir, (DAS hingga Teluk Kendari) menjadi basis dalam menyusun tataruang kota. Dalam penyusunan Perda Tata Ruang Kota Kendari, juga tidak melibatkan masyarakat,” tambahnya.

 Karena itu, lanjut Walhi Sultra mendesak pemerintah Kota Kendari, mengeluarkan kebijakan perlindungan daerah resapan, kawasan penyangga, dataran rendah dan perlindungan garis sepadan sungai dan kawasan Teluk Kendari. Jika hal itu tidak dilakukan, Kendari kini dan kedepan akan menjadi kota krisis bencana.

 “Walhi Sultra juga akan mengugat Pemerintah Kota Kendari terhadap Tata Ruang Kota yang tidak melindungi warga dari bencana,”tegasnya. YOS

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top