Connect with us

Konkep Sediakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Uncategorized

Konkep Sediakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik

 

KONKEP, SUARAKENDARI.CoM– Meski baru berdiri, Kabupaten Konawe Kepulauan tak membutuhkan waktu lama untuk membangun Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dibentuk 23 Oktober 2013 berdasar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Konawe Kepulauan di Provinsi Sulawesi tenggara, Kabupaten yang terletak di Pulau Wawonii atau di atas Pulau Buton itu, kini siap untuk melakukan pengadaan secara transparan dan akuntabel.

Pejabat Bupati Konawe Kepulauan, Muh. Nur Sinapoy menegaskan pembentukan LPSE sebagai bagian dalam upaya mendukung terlaksananya e-Government dalam proses pengadaan barang/jasa agar lebih lebih transparan dan akuntabel.

“Saya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar LPSE dapat berfungi secara optimal dan tidak ada yang merasa terganggu”, ungkap Muh. Nur Sinapoy dalam acara peresmian LPSE Kabupaten Konawe Kepulauan, Senin (17/2), di Langara sebagaimana disiarkan http://www.lkpp.go.id/.

Lebih lanjut Muh. Nur Sinapoy mengharapkan, dengan adanya LPSE akan menumbuhkan rasa aman bagi panitia pengadaan maupun penyedia barang/jasa di Pulau Wawonii ini.

Dengan nilai total APBD Tahun 2014 sebesar lebih kurang 120 milyar, Konawe Kepulauan menganggarkan 93 milyar untuk pengadaan barang/jasa. Alokasi anggaran sebanyak 77,5% tersebut, akan digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana administrasi pemerintahan dan pelayanan publik/masyarakat.

Pejabat Bupati mengatakan Pemda Konawe Kepulauan berencana membangun infrastruktur jalan lingkar dari panjang jalan yang sudah ada saat ini sekitar 4 kilometer.

Dalam kesempatan yang sama,  Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP, Robin Asad Suryo memaknai pembentukan LPSE sebagai langkah maju untuk memasuki era proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dikelola secara lebih modern dan profesional.

“Selain e-tendering yang sudah lebih dulu dikenal, sistem pengadaaan secara elektronik memasuki era baru dengan adanya e-purchasing melalui e-catalogue.” ujar Robin.

Instansi Pemerintah dapat mengusulkan kepada LKPP untuk memasukkan barang yang dibutuhkan ke dalame-catalogue. Beberapa diantaranya adalah katalog obat-obatan yang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan, serta alat berat oleh Pemprov DKI Jakarta.

Robin menambahkan, ke depan arah kebijakan pengadaan akan menuju ke e-market place bahkan e-commerce. Seiring munculnya banyak penjual dan pembeli pengadaan akan menjadi lebih kompetitif.

Robin juga mengapresiasi pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Konawe Kepulauan  yang memiliki fungsi strategis, di antaranya mencakup  fungsi perencanaan, penganggaran  serta auditing. Hal ini sesuai Permenpan Nomor 77 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan Angka Kreditnya.

Wawonii yang menurut masyarakat setempat berarti “pulau di atas kelapa” sangat sesuai dengan kondisi di pulau tersebut yang banyak tumbuh pohon kelapa. Dengan jumlah penduduk sekitar 40.000 jiwa dengan luas wilayah 800 km persegi dan terbagi dalam 7 kecamatan, Kabupaten Konawe Kepulauan memiliki potensi di bidang perkebunan kelapa, pertanian, kelautan dan pariwisata. (amr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top