Connect with us

Kondisi Kantor Perizinan Bombana Memprihatinkan

Uncategorized

Kondisi Kantor Perizinan Bombana Memprihatinkan

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Sungguh miris menyaksikan kiat para pegawai yang bekerja dikantor Perizinan terpadu Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.

Tiap harinya, disibukan rayap dan sejumlah serangga lainnya yang kerap menggrogoti ruang dan perabot fasilitas kantor.

Berkerumunnya sejumlah serangga itu, bukan persoalan pegawainya yang malas membersihkan ruangan, tapi usia bangunan yang cukup tua. Sedianya, bangunan yang cuma berukuran 8 x 6 meter itu, sudah tidak layak dijadikan kantor.

Sejumlah tiang maupun palpon kantor tampak lapuk. Akibatnya,  kompiuter, meja maupun ruang kantor jadi

sasaran ampas serangga yang sudah menahun melumat rangka bangunan kantor tersebut.

Bahkan bukan cuma rayap yang jadi keprihatinan pegawai. Tapi atap kantor tersebut, dilaporkan sudah lama bolong alias  bocor. Sehingga jangan heran jika musim hujan tiba, sejumlah pegawai kerap disibukan mengamankan sejumlah dokumen dari percikan air hujan.

“Terpaksa dibersihkan tiap hari. Palpon dan sejumlah kayu sudah dimakan rayap. Kotorannya itu,  tampias kemana-mana. Tidak cuma itu, atap kantor juga sudah bocor,” keluh Junaidi staf Kantor perizinan Bombana.

Kantor yang mengurusi perizinan terpadu, diantaranya SITU (Surat Izin Tempat Usaha), SIUPP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini ditempatkan di salah satu bekas gudang bangunan tua, tepatnya didepan Kantor Bupati Bombana.

Sebuah bangunan tua yang dulunya merupakan bekas gudang bangunan Dinas Pertanian Provinsi Sultra, saat Bombana masih tergabung dengan Kabupaten Buton sekitar 1997 silam.

 

Saat Bombana terbentuk 2003 lalu. Kantor ini sempat digunakan sebagai kantor Pol PP Bombana untuk sementara waktu. Nanti pada tahun 2011 lalu, tanpa ada rehab atau perbaikan yang berarti, bangunan kantor yang amat kecil atau sempit ini dipaksakan untuk dikantori

Perizinan terpadu Bombana hingga sekarang.

 

“Sampai sekarang belum ada instruksi untuk kami pindah. Apa lagi tempat maupun lokasi tempat pindah itu belum ada. Kami juga bingung, diberi kantor yang kecil ini dengan bangunan yang sudah rusak,” keluh salah seorang staff pegawai di perizinan Bombana. (DAR)

 

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top