Connect with us

Ketua KPPS di Muna Terancam Pidana

Hukum & Kriminal

Ketua KPPS di Muna Terancam Pidana

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Mungkin baru pertama kali terjadi di Kabupaten Muna ada penyelenggara pemilu, terancam dipidana dan dijatuhi denda. Hal ini dialami oleh 2 orang Ketua KPPS Desa Kawite Wite Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna.

Kedua KPPS di TPS 1 dan TPS 2 di Desa Kawite2, Kecamatan Kabawo bernama La Madjati di TPS 2 dan Alimudin kini terpaksa harus berurusan dengan Panwaslu Kabupaten Muna, gara gara tidak memberikan salinan C dan C1 pada pengawas, peserta pemilu dan PPL.

” Kita sedang memproses pelanggaran pemilu yang dilakukan dua orang Ketua KPPS di Desa Kawite wite di Kecamatan Kabawo. La Madjati di TPS 2, dan Alimuddin TPS 1, Dapil 3,” terang Ketua Panwaslu Kabupaten Muna Lumban Gaol pada Suara Kendari.Com, Senin ( 14/4).

Kata Lumban Gaol, kedua penyelenggara pemilu ini melanggar pasal 288 bahwa setiap anggota KPPS segaja tiidak mem berikan salinan C dan C1 , pada pangawas dan saksi dapt dipidana 1 tahun dan denda Rp 12 juta.

“KPPS wajib berikan satu rangkap brita acara pemungutan dan perhitungan suara formulir C dan C1 yaitu sertifikat perhitungan suara. Hal ini sesuai UU no 8 thn 2012 pasal 182 ayat 2 tentang pemilu,” tambah Lumban Gaol .

Kata Ketua Panwaslu Kabupaten Muna ini, kedua Ketua KPPS ini justru tidak memberikan salinan C dan C1, hingga harus diproses oleh Panwaslu Kabupaten Muna. “KPPS wajib memberikan salinan C1 dan C, pada pserta pemilu, pengawas pemilu dan PP”. Tapi hal ini tidak dilakukan kedua ketua KPPS diatas. Kami terima laporan ini dari fungsionaris PDIP Anwar. Kasus ini akan kami bawa ke Sentra Gakkumdu Kabupaten Muna untuk diproses sesuai UU yang berlaku,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Muna Lumban Gaol pada Suara Kendari.Com Kemarin ( TRI ) .

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top