Connect with us

Ketua AJI Kendari : Jurnalis Harus Paham Kode Etik

Ketua AJI Kendari : Jurnalis Harus Paham Kode Etik

Hukum & Kriminal

Ketua AJI Kendari : Jurnalis Harus Paham Kode Etik

KENDARI,SUARAKENDARI.COM, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Zainal A. Ishaq menegaskan bahwa seorang Jurnalis profesional harus paham betul dengan kode etik dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. “Saya pikir seorang jurnalis itu harus benar-benar profesional dalam menjalankan tugas peliputannya di lapangan, jika semua jurnalis memegang teguh kode etik, maka tidak perlu takut akan bermasalah dengan hukum,” tegasnya, Selasa (21/1/2014).

Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan pengalaman dari somasi yang dilayangkan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah kepada Koran Tribun edisi 11 Januari 2014 dengan judul “Demo di KPU Sultra Diprakarsai Ketua KPU?”. Menurutnya, dalam menjalankan tugas jurnalistik, seorang jurnalis harus pandai dalam memahami suatu berita, bukan hanya karena mengejar deadline, lalu tidak melakukan konfirmasi kepada seseorang yang berkaitan dengan pemberitaan yang akan ditayangkan. Hal utama yang harus diperhatikan seorang jurnalis bagaimana bisa memahami kode etik dalam menjalankan semua tugas peliputan, jangan sampai dengan pemberitaan yang ditayangkan ada pihak yang tidak terkonfirmasi sehingga menimbulkan masalah dikemudian hari.

Terlepas dari semua itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pihak Koran Tribun yang mau mengakui kesalahan dari jurnalisnya melalui permohonan maaf yang telah disampaikan secara resmi dan dimuat dari Koran Tribun dan Sultra Online (Portal Koran Tribun,Red). “Kita juga bersyukur bahwa masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut, sikap yang diambil Ketua KPU Sultra, Hidayatullah untuk melayangkan somasi juga sudah tepat karena merasa keberatan terhadap pemberitaan tersebut, jadi tidak langsung menempuh jalur hukum,” ujarnya. Namun demikian, masalah tersebut juga tidak lepas dari tanggung jawab pihak editor dalam hal ini redaktur dan Pimpinan Redaksi. Pasalnya, sebelum berita tersebut ditayangkan harus melalui beberapa proses editan sebelum dicetak.

Inal, sapaan akrabnya, berharap agar semua media khususnya yang ada di Sultra, dapat mengambil pelajaran dari masalah tersebut. Kedepannya, dalam memuat suatu berita harus tetap memperhatikan sumber dan keseimbangan dari berita yang akan dimuat. “Mudah-mudahan masalah ini menjadi pelajaran bagi semua media yang ada di Sultra, seorang jurnalis juga harus lebih berhati-hati lagi agar tidak tersangkut dengan masalah hukum lainnya,” harapnya. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top