Connect with us

Ketika Kampung Inggris Dianggap Kampung Teroris

Suara Lingkungan

Ketika Kampung Inggris Dianggap Kampung Teroris

KOLAKA UTARA,SUARAKENDARI.COM- Desa Raoda yang terletak diwilayah pegunungan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara saat ini tengah menjadi salah satu desa mandiri yang ada di Sulawesi Tenggara. Ditengah kemandirian itu, desa Raoda juga tengah mengembangkan pola ajar bahasa Inggris kepada masyarakatnya, khususnya bagi anak-anak yang duduk dibangku sekolah dasar.

Namun dibalik itu semua ternyata desa yang terdiri dari tiga dusun itu pernah dianggap sebagai kampung teroris. Julukan tersebut tidak datang begitu saja. Melainkan kultur kehidupan masyarakatnya yang Nampak lazim dimata orang awam. Seluruh wanita dikampung tersebut menggunakan jilbab dan tidak jarang yang memakai cadar.

Saat bincang-bincang antara sejumlah kepala dusun dan awak media SUARAKENDARI.COM salah satu kepala dusun mengatakan jika mereka dulunya dianggap teroris oleh orang luar. Sebab desa yang kini mendapat julukan kampung inggris ini terkesan tertutup dengan dunia luar.

“Padahal sebenarnya kita tidak tertutup dari dunia laur. Memang kalau wanita di kampung ini semua berjilbab dan ada juga yang bercadar. Kami juga sempat kaget waktu ada kabar yang mengatakan didesa kami ini adalah kampung teroris. Apalagi kita belajar bahasa Inggris. Semua itu tidak benar. Dan seiring waktu berjalan, tuduhan atau anggapan itu sudah mulai hilang,” kata salah satu kepala dusun dikampung tersebut, Hanung, beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskan pula anggapan orang tentang pola hidup yang tertutup dari kehidupan masyarakat Desa Raoda dapat terbantahkan. “Sebenarnya kami tidak tertutup dengan daerah luar. Memang sebagian besar kami didesa ini menganut kepaercayaan Islam Salafi. Mungkin dari situ ada anggapan kami ini teroris. Namun kenyataannya paradikma itu kita hapus. Kami selalu terbuka dengan dunia luar,” tegasnya.

Desa Raoda dahulunya adalah sebuah desa biasa. Yang dimana sebagian besar penduduknya pendatang dari salah satu kampung yang ada di Sulawesi Selatan bernama Enrekang. Nama desa ini mencuat ke permukaan disaat menerapkan pendidikan dasar bahasa inggris terhadap penduduknya. Selain itu juga desa ini terbilang mandiri sebab mengelolah sumber air bersih dan tenaga listrik dari aliran sungai yang ada di kampung tersebut.

Saat kunjungan awak media SUARAKENDARI.COM didaerah tersebut, memang kearifan lokal jelas terlihat. Tidak ada kekakuan penduduknya untuk bercengkrama dengan pendatang. Sekalipun itu para wanita bercadar ditempat tersebut. Jelas, hal ini sangat kontras dengan seperti apa yang dibayangkan orang banyak. Jika wanita bercadar tidak mungkin menjalin komunikasi dengan orang asing.

Selain itu semua, desa ini juga memiliki hasil bumi yang melimpah sekaligus menjadi penghasilan utama warganya. Sehingga hidup selaras dengan alam sangat terjaga didaerah tersebut. Sebagai catatan untuk anda yang penasaran dengan Desa Raoda yang kini dikenal sebagai kampung Inggris, dan pernah dianggap sebagai kampung teroris, dapat mengaksesnya lewat Kolaka dengan perjalanan sekitar 4 jam, atau dari ibu kota Kolaka Utara dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top