Kendari Masih yang Terbaik

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Pencapaian opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wajar Tanpa Pengecualian tahun 2015 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota Kendari memperbaiki pengelolaan keuangan yang baik untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
“Ini adalah salah satu misi Pemerintah Kota Kendari yaitu good governance yang realnya adalah transparansi dan akuntabilitas jadi semuanya bisa dipertanggung jawabkan dan yang paling peka terhadap itu adalah masalah tata kelola keuangan dan asset, salah satu ciri pemerintahan yang baik terlihat dari tata kelola keuangannya” ujar wali Kota Kendari Asrun.
Wali kota Kendari Asrun menuturkan awal pengelola keuangan setelah menjabat sebagai wali kota cukup rumit karena warisan dari pemerintah sebelumnya bahkan sebelum terbentuknya kota Kendari. Ia mencontohkan saat pembentukan kota Kendari tidak pernah ada penyerahan asset dari pemerintah kabupaten Konawe ke Kota Kendari sehingga banyak asset yang tidak diketahui alas haknya.
Meskipun dengan masalah yang cukup rumit tidak mengurangi semangat pemerintah kota untuk mulai menelusuri asset, dimulai dengan penguatan kapasitas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk hampir disemua level staf di Badan Pengelola Keuang dan Aset Daerah (BPKAD).
Masalah cukup sulit yang di dapatkan saat memulai penelusuran ialah peninggalan pemerintahan sebelumnya yang sudah melakukan inventarisasi asset namun tidak jelas keberadaan aset yang telah di inventarisir karena dikerjakan pihak ketiga.
“Rumitnya masalah asset ini sehingga secara periodik saya turun langsung mengecek, setiap minggu saya evaluasi langsung, saya juga selalu bilang sama teman-tema,n kita ini pelanjut jadi jangan pikir kita enak-enak sebagai pejabat, yang sudah ada sebelumnya harus diperbaiki agar tata kelola pemerintahan selanjutnya bisa lebih baik“ tuturnya.
Penelusuran asset yang dilakukan pemerintah kota kendari tak hanya di Kota Kendari, namun hingga kebeberapa daerah lain di Sulawesi Tenggara, untuk menemukan asset itu pemerintah kota bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP).
Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawaty Faqih menjelaskan, raihan opini WTP dari BPK tak lepas dari peran BPKP yang kerap kali mendampingi pemerintah kota Kendari menelusuri asset termasuk mendampingi perbaikan tata kelola keuangan yang baik.
“Kami memberikan apresiasi pada BPKP yang terus melakukan pendampingan terhadap kota Kendari, kerja kita akan sangat berat kalau tanpa dampingan BPKP” katanya.
Upaya keras yang dikerjakan pemerintah kota melalui SKPDnya membuahkan hasil, 3 tahun terakhir kota Kendari lanjut Asrun telah mengumpulkan reward sekitar Rp 75 miliar yang digunakan untuk membangun kota Kendari.
Dari banyaknya asset yang terus ditelusuri, masalah asset lain yang menjadi perhatian wali Kota Kendari ialah pengadaan tanah untuk jalan, tanah yang dibeli pemerintah kota Kendari harus jelas alas haknya termasuk jika tanah yang dibeli sudah di agunkan ke bank. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gugatan terhadap pemerintah di kemudian hari.
Setelah menemukan asset, saat ini pemerintah kota Kendari juga mulai menghitung penyusutan asset yang ada sebagai bagian dari kreasi yang dibuat pemerintah kota.(ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *