Connect with us

Kemenag Sultra Selenggarakan Orientasi Produk Halal

Uncategorized

Kemenag Sultra Selenggarakan Orientasi Produk Halal

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Bidang Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) menyelenggarakan
Orientasi Produk Halal se Provinsi Sultra Tahun 2014.

Ketua Panitia kegiatan, Nisnawati, S.Sos., M.Simelaporkan, kegiatan
yang diikuti sebanyak 60 orang itu berlangsung selama Tiga hari, yakni
mulai 1 s/d 3 Juni 2014, dan dilaksanakan di Hotel Athaya Kendari.

Menurutnya, maksud dari kegiatan yang bertema “Optimalisasi Jaminan
Produk Halal Terhadap Peningkatan Perlindungan Konsumsi Muslim
Indonesia” itu adalah untuk menciptakan perlindungan dan kepastian hukum bahwa semua makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik yang dikonsumsi umat Islam halal dan Thayyib atau baik.

“Orientasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran umat Islam untuk
menggunakan dan mengkonsumsi makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan produk halal lainnya. Selain itu, adalah Meningkatkan kapasitas pendidik, tokoh agama, pengurus ormas, pembina produk halal dalam memberikan pelayanan bimbingan dan penyuluhan jaminan produk halal,”urai Nisnawati.

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Drs. Rakhman, M.Si, dalam sambutannya
mengatakan, dewasa ini kesadaran dan perhatian masyarakat akan produk
halal semakin menurun, terutama terhadap produk-produk yang impor.
Produk yang baik dan berkualitas itu apabila memenuhi unsur halal dan
Thayyib.

“Disamping zatnya halal, termasuk cara perolehannya harus halal. Oleh
karena itu agar masyarakat muslim sadar dengan produk halal itu
sendiri, jangan menggunakan produk yang tidak ada jaminan halalnya.
Dan karena itu, Kemenag mesti mengambil peran besar untuk memberikan pemahaman,” kata Rakhman, saat membuka orientasi tersebut, Minggu (01/06).

Ia menjelaskan, produk yang tidak halal bisa karena salah satu zat
penyusunnya berasal dari sumber yang tidak halal, sedangkan produk
halal bisa menjadi haram bila proses perolehannya atau pengolahannya
tidak sesuai dengan norma agama,” jelasnya.

Demikian halnya dalam penyembelihan hewan, kata Rakhman, harus sesuai dengan norma agama. Jika tidak sesuai, maka produk itu bisa haram.

“Banyak produk yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, apakah halal atau tidak. Tidak hanya produk makanan, tetapi juga produk alat
kecantikan ata kosmetik, produk obat-obatan dan lain sebagainya,”
terang Rakhman.

Kemenag, imbuh Rakhman, telah menggandeng pihak Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan penelitian dan pengujian terhadap sejumlah produk di daerah, apakah memenuhi unsur halal atau tidak, kemudian pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan
sertifikat halalnya.

Hadir pada acara pembukaan orientasi tersebut, Kepala Bidang (Kabid)
Urais dan Binsyar, Drs. H. M. Sabir, bersama sejumlah pejabat eselon
IV dan karyawan Kanwil Kemenag Sultra, serta para peserta orientasi
yang terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam dan Penyelenggara
Syariah Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota se Sultra, Kasi pada Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, Kepala Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan dan para penyuluh agama, serta pengusaha industri
kecil. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top