Connect with us

Keluhkan Tingginya Harga Tarif PDAM, Warga Beralih Sumur Bor

krisis air bersih

Metro

Keluhkan Tingginya Harga Tarif PDAM, Warga Beralih Sumur Bor

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Warga khususnya pelanggan PDAM mengeluhkan tingginya tarif air yang ditetapkan pemerintah. Lonjakan harga air yang mencapai 300 persen tersebut dianggap cukup memberatkan sehingga banyak dari pelanggan terpaksa memutuskan berlangganan air milik perusahaan daerah tersebut.

“Awalnya saya pelanggan setia PDAM. Namun berapa bulan belakangan tagihan air terus membengkak. Saya tidak sanggup membayar, untuk itu saya memilih memutuskan berlangganan,”kata Eka, seorang warga di Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari.

Eka kemudian memilih menggunakan air bawah tanah dengan membuat sumur bor yang biaya pemasangan mencapai 9 juta rupiah. “Kita hanya mengeluarkan banyak uang saat pemasangan, tapi untuk bulanan saya sudah merasa ringan,”katanya.

Anggota DPRD Kendari, Yasin Idrus mengatakan, untuk menaikan tarif dasar PDAM, sepatutnya dilakukan secara seimbang dan tidak membebani masyarakat, sesuai amanah perundang-undangan berlaku.

“Kenaikan tarif itu harus ada tingkatan kewajaran,a da tolak ukur yang bisa dilakukan oleh pihak tertentu untuk menaikan tarif, apalagi tarif PDAM ini lebih banyak berbicara sosial ekonominya,” ungkap Yasin Idrus.

Lebih Lanjut Yasin Idrus, perubahan tarif dasar PDAM yang sangat signifikan karena menyangkut kepentingan dan pelayanan publik.

Karena itu, PDAM Kota kendari, diminta lebih memahami konsep pelayanan kepada konsumen, sebelum menaikan tarif pembayaran, sejak beberapa tahun terakhir, tarif dasar Air Bersih PDAM Kota Kendari, hanya mencapai Rp2.600 permeter kubik, namun kini merangkak naik menjadi Rp6.500 permeter kubik. MN

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top