Keluarga Terdakwa Sayangkan Sikap Pengadilan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Syahrul Beddu yang merupakan keluarga terdakwa dugaan kasus korupsi, Abdul Rauf yang meninggal dunia akibat serangan jantung menyayangkan sikap pengadilan yang terkesan tidak memberikan kepada seseorang yang sedang sakit.

Ia menilai bahwa pihak pengadilan terkesan memaksakan almarhum untuk tetap menjalani persidangan, padahal almarhum memiliki penyakit jantung.

“Harusnya sidangnya bisa diundur dulu, almarhum ini sedang sakit. Kami menghargai proses hukum yang ada, tapi seharusnya ada sisi kemanusiaan yang perlu diperhatikan, jangan memaksakan orang yang lagi sakit untuk mengikuti proses persidangan,” sesalnya.

Menurutnya, pihak keluarga menyadari bahwa apa yang terjadi merupakan ketentuan yang diatas, tapi bukan berarti pihak pengadilan bisa melakukan hal serupa kepada terdakwa yang lain.

“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, Jaresman Purba, menuturkan bahwa almarhum terlihat sehat saat akan mengikuti persidangan, majelis hakim juga telah menanyakan kondisi almarhum sebelum memulai persidangan.

“Saya lihat di CCTV, semuanya berjalan biasa, saat dimintai keterangan beliau juga tidak menunjukkan sikap emosional,” ujarnya.

Pihak pengadilan memang sudah mengetahui bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit jantung, hanya saja almarhum juga tidak pernah meminta untuk penangguhan penahanan. (LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *