Connect with us

Kejati Sultra Tahan Tiga Pejabat Korup

Hukum & Kriminal

Kejati Sultra Tahan Tiga Pejabat Korup

KENDARI, SUARAKENDARI. com- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (23/10/2014) menahan dua  tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara. (Konut) dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp. 2,310 miliar dari Rp. 4,8 miliar total anggaran.
Dua orang tersebut yakni Alimuddin mantan kepala dinas pendapatan  keuangan anggaran daerah (DPKAD) Konawe Utara  dan Syamsul Muttaqim, kepala bidang pemerintahan Konawe Utara. Kedua tersangka itu dibawa ke rumah tahanan Unaaha, Kabupaten Konawe dengan menggunakan mobil tahanan kejaksaan.
Di tempat yang sama, Kejati Sultra juga menahan mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Wakatobi Abdul Azis terkait kasus perjalanan dinas fiktif  pada tahun 2009 lalu dengan kerugian negara senilai Rp. 363 juta. 
Asisten pidana khusus Kejati Sultra, Ramel Jamesa SH. MH, mengatakan penahanan terhadap kedua tersangka korupsi pembangunan kantor bupati dilakukan setelah mereka menjalani pemeriksaan di ruang pidsus.
“  Sudah cukup bukti untuk melakukan penahanan kepada dua orang pejabat itu. Mereka telah melakukan pembayaran di luar nilai kontrak proyek untuk tahap ketiga pembangunan kantor bupati Konut,” kata Ramel di ruangannya, Kamis (23/10/2014).
“Tersangka menyelewengkan uang negara pada proyek pembangunan kantor bupati Konawe Utara tersebut dengan cara membayarkan pekerjaan rekanan proyek, PT Poni Bintang Nusantara di luar kontrak kerja atau tidak pernah ditender sebelumnya,” Ramel menambahkan.
Dalam kasus ini, Kejati Sultra telah menetapkan lima orang tersangka. Untuk ketiga tersangka lainnya, kata Ramel masih dalam pengembangan. Kasus penyelewengan dana proyek pembangunan kantor Bupati Konawe Utara, Kejati Sultra telah memeriksa 11 orang.
Keduanya kata Ramel, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pasal 2 atau pasal 3  UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top