Katanya Keluarga Miskin Pasang Listrik Gratis, Tapi Kenapa Harus Dipungut Biaya

SUARAKENDARI.COM-Sungguh ironis, pungutan liar (pungli) seolah tak ada habisnya dan terus dikeluhkan warga miskin
di Kota Kendari terkait penyambungan listrik gratis. Warga mengeluh dipungut biaya Rp500 ribu per keluarga.

“Katanya kita disambungkan listrik di rumah secara gratis, namun pihak yang mengerjakan penyambungan aliran listrik dari pemerintah kelurahan memungut biaya sebesar Rp500 ribu per keluarga,” kata Hasan, warga Lorong Jambu Kota Kendari.

Menurut dia, jumlah warga di Lorong Jambu yang memperoleh bantuan sambungan listrik sebanyak 10 keluarga kurang mampu.

Saat petugas melakukan penyambungan listrik di rumah warga, kata dia, pemilik rumah diminta membayar Rp500 ribu.

“Kalau program penyambungan listrik itu benar-benar gratis, seharusnya kita tidak dipungut biaya seperti itu,” katanya.

Keterangan yang sama juga disampaikan Zainuddin yang juga tinggal di Lorong Jambu. Menurut dia, saat pemerintah kelurahan menyosialisasi pemberian bantuan sambungan listrik gratis tersebut, rumah tangga penerima bantuan tidak dipungut biaya apa pun.

Selain itu, rumah tangga penerima juga harus memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah, yakni warga kurang mampu yang ditandai dengan kondisi rumah masih berdinding papan dan atap daun nipa.

“Kalau sejak awal sudah disampaikan bahwa sambungan listrik itu harus dibebankan Rp500 ribu per keluarga, maka pungutan itu tidak masalah. Kita merasa dibohongi karena saat sosialiasasi dari pemerintah kelurahan, sambungan listrik itu gratis,” katanya. SK/ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *