Connect with us

Kasus Pembantaian Aktivis, Polres Lumajang Tetapkan 17 Tersangka

Hukum & Kriminal

Kasus Pembantaian Aktivis, Polres Lumajang Tetapkan 17 Tersangka

Suarakendari.com – Sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lumajang, terkait kasus Pembantaian warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang karena menentang Penambangan Pasir didaerah itu.

[Baca Juga : Ini Kronologis Pembunuhan Aktifis Lingkungan di Lumajang]

Kapolres Lumajang AKBP Fadly Munzir Ismail mengatakan,kepolisian sudah meminta keterangan dari 36 orang warga desa dimana lokasi pembantaian sadit tersebut terjadi. Penyidik juga, lanjutnya, telah meminta keterangan saksi, mengolah tempat kejadian perkara, serta keterangan dari mereka yang diduga terlibat penganiayaan.

Fadly menambahkan, selain 17 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah.

“Kalau berkurang nggak, tetapi bertambah bisa jadi,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah orang yang berhasil dihimpun oleh Penyidik, penganiayaan itu dilakukan sekitar 30 orang.

[Baca Juga : Dua Aktifis Lingkungan di Surabaya Dibantai di Balai Desa]

Peristiwa pembantaian sadis itu bermula dari rencana demonstrasi warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Kecak di desa setempat.

Unjuk rasa itu rencananya digelar pukul 09.00 WIB di balai desa setempat.

“Namun belum terlaksana, pagi harinya ada yang diselesaikan,” lanjutnya.

Sekelompok orang lalu mendatangi rumah Salim alias Kancil (52) di Dusun Krajan II. Mereka lalu menculik Salim dan dibawa ke Balai Desa Selok Awar-Awar. Di tempat itu Salim dianiaya secara brutal. Tangan salim diikat, kemudian dipukuli menggunakan batu, pentungan dan senjata tajam

Dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi, Salim dibuang ke Jalan dekat makam desa setempat. Ia ditemukan tergeletak tengkurap di tengah jalan yang diapit areal tebu. Saat ditemukan, tangannya masih terikat.

Setelah Salim, beberapa orang juga menganiaya Tosan (51) dari Dusun Persil. Tosan berhasil kabur dalam kondisi terluka parah. Saat ini Tosan dikabarkan dirawat di rumah sakit di Malang.

Polisi yang tiba dilokasi pembunuhan langsung melakukan olah TKP. Untuk sementara Polisi Telah menetapkaan 17 orang tersangka dan menjeratkan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara. (Kompas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top