Connect with us

Kasus Guru Cabul: Bergelar Magister Agama dan Jadi Tempat Curhat Para Siswi

Hukum & Kriminal

Kasus Guru Cabul: Bergelar Magister Agama dan Jadi Tempat Curhat Para Siswi

KENDARI, SUARAKENDARI.COM– SPR (42), seorang guru agama bergelar Magister Agama yang dilaporkan mencabuli tiga orang siswi, mengaku memberi bantuan semangat kepada siswinya yang tengah dilanda masalah dengan orangtuanya. Dia berdalih, dirinya sering menjadi tempat curhat para siswinya.

“ Karena siswi yang melaporkan saya ini adalah anak yang mengalami goncangan dalam keluarganya, saya sebagai guru yang dianggap sebagai orangtuanya jadi dia sering curhat ke saya,” tuturnya di Polsek Baruga, Kendari, Selasa (11/11/2014).

Saat itu, kata SPR siswinya menangis lantaran mengalami sesak napas setelah mengalami persoalan keluarganya. “ Kejadiannya tiga minggu yang lalu di rumah saya, siswi menangis karena mengalami sesak napas. Saya minta temannya bernama Rina untuk mengerok punggungnya, tapi dijawab tidak tau karena dalam keadaan sakit saya akhirnya mengobati sendiri,” katanya.

Tetapi lanjut SPR, ia sempat menanyakan ke siswi tersebut, jika tindakannya nanti akan mengundang protes karena bisa dinilai sebagai pelecehan seksual terhadap muridnya.“ Dia minta saya untuk dikerok, setelah memakai sarung milik anak perempuan saya di dalam kamar, tetapi saya jawab jangan nanti bisa dianggap melakukan pelecehan seksual itu saya ucapkan tiga kali. Tetapi dia menjawab tidak pak, karena dia (korban) susah bernapas jadi saya bantu dengan kerok punggungnya,” jelasnya.

Kendati demikian, SPR mengakui laporan dugaan asusila terhadap siswinya ” Saya akui laporan orangtua siswa dan Insya Allah akan diselesaikan secara kekeluargaan. Karena keluarga saya juga telah berkomunikasi untuk dimintai mediasi dengan keluarga siswa,” katanya.
Ia pun berharap ada kesepakatan kedua belah pihak, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Seharusnya, lanjut SPR, masalahnya ini tidak akan sampai ke polisi jika pihak sekolah mau menyelesaikan secara internal. “Saya siap menerima sanksi apapun dari pihak sekolah, kalau memang saya dinyatakan salah saya terima. Sebagai aparat pemerintah, abdi negara harus siap menjalankan sanksi,” ujar dia.
Guru agama di SMK 6 Kendari ditangkap petugas Polsek Baruga, Kendari, lantaran dituduh telah mencabuli dengan cara meraba dan meremas organ vital siswinya.
“ Jadi laporan orangtua bersama tiga siswi SMK 6 Kendari, setelah mereka mengalami tindakan pelecehan seksual oleh guru agama mereka,” kata Kapolsek Baruga AKP Agung Basuki, Selasa (11/11/2014).
Pihaknya lanjut Agung, masih masih mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada beberapa siswi lainnya yang menjadi korban aksi cabul sang guru agama tersebut.“Kemungkinan ada siswi lainnya yang menjadi korban, tapi tidak berani melapor karena mungkin malu atau takut,” tukasnya.
Akibat perbuatanya, SPR dijerat Pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam pidana 12 tahun penjara. (Kiki)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top