Kapolres Baru Siap Usut Kasus Tambang Illegal di Bombana

0

Suarakendari.com– Lambannya penanganan kasus dugaan pertambangan illegal di Kabupaten  Bombana mendapat perhatian serius bagi Kapolres baru Bombana, AKBP Heri Susanto, SIK.

Mantan Kepala Sub Direktorat Kerma Ditbinmas Polda Sultra ini menegaskan akan segera lakukan evaluasi dijajaran tubuh kepolisian Polres Bombana untuk mengetahui situasi yang berkembang diwilayah hukum Bombana.

“Sebagai pejabat baru, langkah pertama itu tentunya saya akan lakukan dulu audit internal. Sesudahnya, akan mempelajari situasi, apa saja kejadian diluar sana. Mungkin ada masalah atau peristiwa, atau ada kasus yang sudah atau sementara ditangani. Semuanya saya kaji, akan saya proses sebaik mungkin, sesuai norma hukum yang berlaku,” ujarnya, usai acara pisah sambut dengan Kapolres lama AKBP Sugeng widodo di Mapolres Bombana Senin (21/9).

Saat disodorkan pertanyaan terkait maraknya tambang ilegal di Bombana, Akpol angkatan 96 ini, mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani permasalah tambang di wilayah Bombana.

[Baca Juga : Penambang Ilegal di Bombana Semakin Marak]

“Saya ingin kekayaan alam di Bombana ini dikelolah tanpa adanya pelanggaran. Tambang dikelolah dengan baik, untuk kesejahteraan masyarakat bukan secara liar,” tegasnya.  Hery sepakat bila penambangan di Bombana harus dikontrol agar tidak menabrak aturan yang ada. “Kita akan cermati nantinya. Jika dalam penelusuran terdapat unsur pidananya, kami akan proses,” terangnya.

Diketahui, Bombana sedang marak-maraknya kasus penambang ilegal untuk golongan galian C. Aktivitas penambangan pasir dan batu ini, banyak yang belum mengantongi izin produksi. Tapi faktanya,  sudah banyak beroperasi dengan leluasa.

Tidak cuma galian C yang terkategori marak di Bombana. Namun penggunaan bahan beracun seperti Merkuri atau air raksa (Hg) di wilayah penghasil emas ini, makin menjadi jadi.

[Baca Juga : Penggunaan Merkuri Kian Marak di Tambang Emas Bombana]

Belum lama ini, masyarakat kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia dikejutkan adanya pemurnian emas yang gunakan bahan Merkuri. Parahnya lagi, bahan yang beracun itu dengan leluasa beraktivitas disekitar pemukiman padat diwilayah Ibukota Kabupaten.

[Baca Juga : Minim Penindakan, Penggunaan Merkuri Melenggang Bebas di Bombana]

Iwan warga Lameroro mengaku kecewa atas lambannya kinerja aparat. Sebab pengguna Merkuri tersebut kata dia, sudah sepatutnya ditindak tegas.

“Pengusaha emas itu dengan nyata, telah meracuni masyarakat umum. Bayangkan pengolahaannya (permunian emas menggunakan merkuri) dilakukan ditengah pemukiman masyarakat. Ini jelas pelanggaran. Efek negatif Merkuri itu sangat dasyat,” pungkas iwan.

[Baca Juga : Polisi Diduga Tutupi Kasus Merkuri di Bombana]

Bukan cuma persoalan bahan kimia berbahaya itu, jadi tanyaan warga, namun permunian yang dillakukan di pemukiman Lameroro itu, rupanya tidak memiliki amdal.

“Keterlaluan sekali mereka itu, sudah tidak miliki Amdal, gunakan pula bahan Merkuri. Lebih dasyatnya lagi, mereka dengan enteng beraktivitas ditengah pemukiman penduduk. Ini sungguh keterlaluan bagi rakyat Lameroro,” kesal Iwan

Bahkan menurut PNS Bombana ini, dirinya sangat curiga bahwa pengusaha itu adalah WNA (Warga Negara Asing).

“Mereka itu harus diperiksa terkait izin tinggalnya atau keimigrasiannya selama di Bombana. Dia kemungkinan WNA, sebab tidak tahu Bahasa Indonesia. Saat di grebek pihak polisi dan BLH saat itu ada saya dilokasi kejadian. Saya curiga kemungkinan pengusaha itu dari Negara Cina,” cerita Iwan.

Namu sayang, pengusutan  tindak pidana atas pemurnian emas tersebut hingga sekarang, kata Iwan mandek di Polres Bombana. (DAR)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.