Kapal Penuh Sesak, Bayi 7 Bulan dan Seorang Anak Pingsan Terhimpit Penumpang

Suarakendari.com-Diduga akibat sesaknya penumpang, seorang bocah pingsan setelah Terhimpit penumpang dewasa di kapal cepat Cantika Ekspres yang hendak menuju Kota Kendari dari perjalanan Raha-Baubau.

Seperti dilaporkan salah satu penumpang kapal Elly Anggraeni, dua anak yang pingsan tersebut terhimpit saat hendak memasuki ruang kapal di kelas ekonomi dan dek. Kedua korban sempat diselamatkan oleh keluarganya dan sejumlah penumpang dalam kondisi lemas akibat tidak kuat menahan himpitan serta kekurangan oksigen.

12077155_984931384862646_1982847906_n

“Saat itu suasana dalam kapal sangat panas dan pengap, udara sangat sedikit membuat anak-anak itu pingsan. Penumpang tak lagi bisa bergerak. Ibu korban yang sudah tua ┬ásempat teriak-teriak, tapi tidak ada yang menghiraukan. Barulah salah satu penumpang laki-laki datang menolong dan mengangkat korban mencari tempat yang agak longgar,”cerita Elly Anggraeni, saksi mata yang juga menjadi salah satu penumpang kapal cantika ekspress.

Yang membuat miris, salah satu korban adalah anak bayi berumur tujuh bulan bernama Siti Amirah (7 bulan) yang digendong ibunya Nurdiana. “Menurut ibu bayi anaknya sempat sesak napas akibat kekuarangan oksigen sehingga Ia harus mencari ruangan lebih luas agar bisa bernapas,”kata Elly.

Bayi siti amirah (7 bulan) digendung oleh ibunya Nurdiana. foto: Elly Anggraeni
Bayi siti amirah (7 bulan) digendung oleh ibunya Nurdiana. foto: Elly Anggraeni

Menurut Elly kondisi kurang nyaman tersebut tidak lebih karena pelayanan buruk yang ditampilkan oleh kapal cepat Kendari – Raha – Bau-bau. “Masalahnya kondisi ini sudah sering berulang-ulang terjadi,”kata Elly.

Pemilik armada kapal dinilai hanya mementingkan keuntungan semata ketimbang Keselamatan dan kenyamanan penumpang. Ironisnya, pemerintah nampaknya hanya menutup mata melihat kondisi ini karena hal sama selalu terus terulang.

Elly menduga membludaknya penumpang akibat tiket yang sudah terjual di jual kembali nomor kursinya, penumpang melebihi kapasitas sehingga penumpang harus berdesak-desakan sampai mengakibatkan seorang anak kecil pingsang karena kekurangan oksigen.

“Ini akibat pemilik kapal yang tidak mematuhi aturan dengan seenaknya memuat penumpang secara berlebihan,”kata Elly yang disebarkannya melalui media sosial.

Beruntung si bocah selamat setelah diberi ruang dan udara yang lebih banyak. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *