Connect with us

Kantor Dikpora Bombana Didemo Warga Pesisir

Suara Pendidikan

Kantor Dikpora Bombana Didemo Warga Pesisir

-Protes Dua Sekolah, Cuma Siapkan Dua Guru-

BOMBANA-Ratusan Warga Bajo Pulau Masudu Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana mendatangi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bombana, Senin, (10/11)

Warga protes kebijakan Kadis Dikpora Bombana H. Andi Sarifuddin hanya menempatkan dua guru dalam dua sekolah  (SD dan SMPN satu atap) di Pulau yang berjarak sekitar 25 Mil dari Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana.

“Ini pembodohan dan pembunuhan karakter anak siswa Pulau Masudu. Banyak anak pelajar terlantar,” teriak Alfin Pola saat orator di depan Kantor Dikpora Bombana.

Disebutkan sekitar seratus lebih siswa yang terdiri siswa SD dan SMPN satu atap tersebut belajar tidak karuan akibat kekurangan tenaga pengajar.

“Ada unsur kesengajaan dari dinas pendidikan. Buktinya sejumlah fasilitas sekolah mulai dari mobiler maupun guru sengaja dipindahkan dari pulau tersebut,” tukas Rizal orator lainnya

Tidak puas berdemo di kantor Dikpora, masa sekitar 500 orang, melibatkan anak Sekolah dasar tersebut, long march berjalan kaki menuju Kantor Bupati Bombana.

Selain menyuarakan masalah pendidikan, warga yang dimotori oleh Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bajo Sultra dan Gerakan Mahasiswa Merdeka sultra ini memprotes Kebijakan Pemkab Bombana terkait Relokasi Pulau Masudu Maret 2013 lalu.

Mereka meminta kepada Bupati Bombana H. Tafdil agar mengeluarkan rekomendasi membatalkan
relokasi atau pengosongan Pulau Masudu. “Harus ada kepastian status di Pulau tersebut, sebab banyak warga tidak mau pindah lokasi,” tambah Rizal.

Wakil Bupati Bombana Hj Mashura mengatakan akan mengkaji terkait tuntutan pendemo. ” Akan kami lihat sejauh mana kronologis dan dampak relokasi. Kami juga akan tinjau kelapangan, termasuk kegiatan Belajar mengajar disana (di Pulau Masudu).,” papar Masyhura saat menyambut demostran.

Senada dengan itu, kadis Dikpora Bombana H. Andi Sarifuddin juga tidak memberikan jaminan bagi. “Kami akan rapatkan dulu terkait kekurangan guru itu. Saya cuma bawahan, jadi saya akan koordinasikan dulu ke atasan saya,” tukasnya.

Diketahui, Maret 2013 lalu dengan alasan keamanan dan bencana, sekitar 700 lebih Kepala Keluarga (KK) warga Pulau Masudu direlokasi Pemkab Bombana ke wilayah daratan di Kecamatan Poleang Tenggara. Namun sebagian KK menolak dan milih bertahan dipulau dengan ukuran 200 x 60 meter itu. Persoalan ini berbuntut pada sejumlah kebijakan pemerintah termasuk pengurangan tenaga pendidik di Pulau Masudu atau sering disebut desa terapung. (M5)

Ketgam. ‎Ratusan warga Pulau Masudu Protes Kebijakan Kadis Dikpora Bombana terkait penempatan guru. BADAR

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top