Connect with us

Kasus Korupsi Perusda, Kajari Kolaka Tak Terpengaruh Tekanan

Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Perusda, Kajari Kolaka Tak Terpengaruh Tekanan

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian menegaskan tidak mau ambil resiko terhadap pelimpahan dua tersangka korupsi senilai Rp.600 juta dari penyidik Polres. Mereka adalah Sukma Kutana (Direktur Umum Perusda Kolaka) dan Lukman Syahrir (Direktur Operasional). Dia menegaskan tidak akan terpengaruh dengan tekanan dari luar untuk membebaskan Sukma Kutana dan Lukman Syahrir. Pasalnya mereka berdua sempat ditahan oleh tim penyidik Polres Kolaka sebelum kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kolaka.

“Menangguhkan penahan dan mengalihkan penahanan semua bisa terjadi dan semua dimungkinkan oleh undang-undang. Kita professional saja, ketika diserahkan penyidik ke sini kita lihat kondisi apakah kita lanjutkan penahanan atau bagaiman, kita profesional saja. Masyarakat tidak usah takut dan kita tidak bisa di interfensi oleh siapa pun. Makanya saya bilang tadi kita tetap professional,” katanya, Jumat (04/07/2014).

Dia menambahkan untuk kasus Sukma Kutana dan Lukman Syahrir akan menjadi prioritas penyelesaian kasusnya. Namun secara terpisah, ketua LSM Lingkar Demokrasi Rakyat (LIDER) Sulawesi Tenggara menilai pihak Kejaksaan jangan mencoba bermain dengan kasus ini sebab masyarakat Kolaka hari ini sudah geram dengan proses penyelesaikan kasus yang ada di Kejaksaan Negeri Kolaka, terlebih kasus korupsi.

“Jangan coba bermain dengan kasus ini. Kalau Polisi bernami menahan lantas Kejaksaan tidak melanjutkan hal itu maka akan ada gejolak yang timbul. Sukma Kutana dan Lukman ini sudah jadi sorotan masyarakat Kolaka. Bukan main-main lagi. Kasus ini dari tahun 2013 lalu dan kejaksaan itu selalu tolah berkas dari Polisi makanya lama tertunda,” tegasnya.

Herman juga mengancam apabila pihak Kejaksaan Negeri Kolaka terindikasi bermain terhadap kasus korupsi dana kas Prusda Kolaka ini maka dia atas nama lembaganya akan melakukan aksi demonstrasi. Sukma Kutana dan Lukman Syahrir diduga menyelewengkan dana mas PD. Aneka Usaha (Prusda) Kolaka sebesar Rp.600 juta dengan alasan penggunaan biaya berobat Buhari Matta yang kala itu masih menjabat sebagai Bupati Kolaka. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top