Jumlah Kendaraan di Kendari Tak Sebanding dengan Kapasitas Jalan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota Kendari yang cukup pesat akhir-akhir ini memicu peningkatan ekonomi masyarakat, ini terlihat dari semakin banyaknya kendaraan roda 4 yang di miliki warga kota kendari.
5 tahun terakhir ini pertambahan kendaraan roda empat di Kota Kendari cukup tinggi dengan angka mencapai ratusan unit setiap bulan. Kondisi ini tidak sebandingan dengan kondisi jalan yang ada sehingga jalan yang ada cepat mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari Muhammad Ali Aksa menjelaskan, kerusakan jalan di kota Kendari disebabkan beberapa hal diantaranya, kondisi air tanah, genangan air dan kelebihan berat kendaraan.
“Kecenderungan penyebab kerusakan jalan antara lain permukaan air tanah lebih tinggi dalam arti air tanah masuk kedalam base atau genangan air yang meresap kemasuk kebawah permukaan base sehingga base yang sudah padat dan dilewati dengan tonase cukup berat sehingga mengganggu struktur tanah atau struktur base itu sehingga mudah goyang dan mudah lepas” ungkapnya.
Saat ini jalan di Kota Kendari dirancang degan kekuatan yang bisa menahan beban kendaraan hingga 8 ton atau lintasan harian rata-rata (LHR) dibawah 4000 perhari.
Namun peningkatan jumlah kendaraan dan LHR yang berada lebih dari 4000 kendaraan setiah hari menyebabkan jalan dalam kota Kendari cepat mengalami kerusakan akibat kelebihan kapasitas.
“kita lihat kepeminpinan saat ini yang luar biasa menarik investasi masuk dengan berbagai kemudahan sehingga pertumbuhan ekonomi cukup pesat, jalan-jalan dalam kota selalu dipadati kendaraan. Kami memprediksi kekuatan jalan bisa bertahan sekitar 5 tahun, namun LHRnya diatas rata-rata sehingga jalan cepat rusak, belum lagi container yang hilir mudik dalam kota” jelasnya.
Ali Aksa mengungkapakan, sejumlah ruas jalan di kota yang kerap kali dilintasi kendaraan dengan tonase diatas 8 ton berada di julur yang menghubungkan pelabuhan dengan pusat-pusat produksi, termasuk lokasi pembangunan perumahan dan perkantoran serta kawasan industry seperti di Konawe.
“Kami lihat beberapa waktu lalu, pengangkutan tiang pancang ke Konawe dengan beban mendekati 70 ton muatannya,kalau dibagi dengan beban gandar bisa mencapai 8 ton setiap gandar,itu sangat berresiko, beban gandar kita paling tidak 1 ban itu menderita 1-2 ton maksimum”lanjutnya.
Untuk mengatasi masalah kelebihan tonase kendaraan, Dinas PU lanjutnya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Perhubungan untuk mengatur jalur kendaraan tersebut.(ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *