Connect with us

Jelang Ramadhan, Harga Sembako Di Kolaka Merangkak Naik

Bisnis

Jelang Ramadhan, Harga Sembako Di Kolaka Merangkak Naik

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Jelang bulan suci ramadhan, sejumlah bakan pokok dipasar sentral Kolaka, Sulawesi Tenggara merangkak naik. Bahkan kenaikan harga tersebut dinilai sangat drastis oleh para pedagang didaerah itu. Bahan pokok yang naik drastis diantaranya telur, cabai merah, gula pasir dan minyak goreng. Kata para pedagang, kenaikan yang drastis tersebut dipicu beberapa faktor. Salah satunya harga jual dari distributor yang juga ikut naik.

Data yang dihimpun awak media dipasar sentral Kolaka menunjukkan kenaikan harga cabai besar dari harga Rp. 17.000 yang kemudian dijual dengan harga Rp.25.000 per kilo gram. “dulu kalau kita beli dari distributor hanya Rp.10.000 nah ada kenaikan harga Rp.8000 harga jual kami kepada masyarakat. Selain itu juga gula pasir yang dulunya dijual Rp.12.000 per kilogram naik menjadi Rp.20.000 dalam satu kilo gram. Memang kenaikan ini sangat signifikan pak,” kata Awal, Selasa (03/06/2014).

Dia juga menambahkan selain cabai besar dan gulan pasir, sembako lain yang ikut naik adalah bawang merah, dari harga sebelumnya Rp.25.000 per kilogram menjadi Rp.30.000 per kilogram atau naik Rp.5000. Minyak goreng, dari harga Rp.60.000 menjadi Rp.74.000 dalam lima liter. Selain itu cabai kecil dari harga Rp.25.000 per kilo gram menjadi Rp.30.000 atau naik Rp.5000 dalam satu kilogram. telur, jeruk nipis dan gula merah.

“Nah jeruk nipis juga naik pak, dari harga sebelumnya Rp.3000 perkilogram naik menjadi Rp.8000 satu kilogram. Bahkan gula merah juga naik pak. Dari harga Rp.12.000 naik menjadi Rp.20.000 satu buah. Kalau kita rata-ratakan itu kenaikan harganya Rp.10.000 dalam satu kilo gram. Memang sulit dengan kenaikan harga ini tapi mau bagaimana lagi kita juga beli dari distributor sudah naik duluan. Jadi Cuma itu yang bisa kami beri pengertian kepada masyarakat,” tambahnya.

Pedagang lain yang bernama Ambo Upe menjelaskan sebenarnya dengan kenaikan harga ini ada yang ganjil. Sebab pasokan dari distributor sangat banyak. “Semestinya kan harga tidak naik sebab stok dari distributor itu masih banyak. Biasanya kalau banyak barang harga tidak naik. Nah ini kan tidak ada kelangkaan yang terjadi tetapi melonjak naik,” kata Ambo Upe.

Pengakuan dari pedagang seluruh sembako yang dipasok ke pasar sentral Kolaka disuplai dari sejumlah daerah yang ada Sulawesi Selatan. Seperti daerah Malino dan Enrekang. Sementara sembako yang dipasok dari wilayah Kolaka hanya jeruk nipis. Sementara itu Dinas terkait hingga saat ini belum mengeluarkan data resmi kenaikan harga sembako. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top