Connect with us

Jelang Pencoblasan Pilwali Kendari, Kampanye Hitam hingga Dugaan Bom Dilancarkan

Hukum & Kriminal

Jelang Pencoblasan Pilwali Kendari, Kampanye Hitam hingga Dugaan Bom Dilancarkan

Jelang Pencoblasan Pilwali Kendari, Kampanye Hitam hingga Dugaan Bom Dilancarkan

Suasana kediaman pribadi Wali Kota Kendari usai mendapat serangan ledakan yang diduga bom. Dokumentasi foto milik Laode LIKU/FB

Suarakendari.com-Menjelang pencoblosan pilkada serentak tensi politik di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara  nampaknya mengalami  peningkatan eskalasi. Tak hanya perang program yang dilancarkan melalui mimbar kampanye resmi yang digelar tempat umum, tetapi juga meningkatnya eskalasi “kampanye hitam” oleh sejumlah oknum tidak beranggung jawab, serta adanya aksi tidak terpuji sejumlah oknum yang sengaja memperkeruh suasana dengan melakukan aksi teror dengan ledakan yang diduga bom yang bertujuan  membuat suasana jadi tidak kondusif. Ledakan yang duga  bom meledak di rumah kediaman pribadi Wali Kota Kendari, DR. Ir H. Asrun, M.Eng, Kamis pagi sekitar pukul 07.00 wita. Membuat sejumlah aparat keamanan khsususnya tim anti teror diterjunkan. Belakangan diketahui sesuai hasil olah TKP polisi, ledakan ternyataberasal dari tabung gas di dapur rumah walikota.

Pada pagi yang sama, sejumlah warga dikejutkan dengan beredarnya sejumlah pamlet yang bertuliskan himbauan untuk tidak mencoblos salah satu calon yang diduga terlibat korupsi. Oleh pelaku, pamlet tersebut dibuang ke jalan raya dan lorong-lorong pemukiman warga, diantaranya di Kelurahan Lahundape   dan Keluraahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.  Aksi kampanye hitam dan teror bom ini tentu saja menjadi catatan buruk bagi penyelenggaraan pemilukada serentak di Indonesia khususnya di Kota Kendari.   Sejumlah pihak menyeyangkan sikap tidak terpuji ini. “Kami sangat sayangkan aksi-aksi tidak terpuji seperti ini terjadi menjelalang pilkada,”kata Andi, warga Kelurahan Lahundape.  SK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top