Connect with us

Jejak Pertikaian di Kawasan Gunung Jati

Metro

Jejak Pertikaian di Kawasan Gunung Jati

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Pertikaian antarkelompok warga di kawasan Gunung Jati memang sudah sering terjadi. Warga menyebut, dalam kurun empat tahun belakangan terdapat lebih dari 20 kali terjadi bentrokan. Pemicunya bisa bermacam-macam, dari persoalan sepele seperti pertengakaran sesama pemuda hingga pesta minuman keras.  Aparat kepolisian dan TNI bahkan kerap dibuat repot mengatasi situasi keamanan di kawasan tersebut. Tak sedikit kerugian yang dialami dari pertikaian tersebut, yakni, berupa jatuhnya korban jiwa serta kerugian material.

Berikut  jejak pertikaian antar kelompok warga di kawasan Gunung Jati, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang berhasil dihimpun wartawan berita online Suara Kendari.

1. Pada Rabu (22/10/12), warga saling berhadapan sambil membawa senjata tajam. Pertikaian dipicu pemerasan dan pemukulan warga Kampung Gunung Jati oleh warga Kampung Jati Mekar. Polisi yang hendak meredam pertikaian mendapat perlawanan dari warga Gunung Jati karena dicurigai memihak lawannya. Kemarahan warga reda setelah Wakil Kepala Resor Kota Kendari berjanji mencari polisi yang dituding membekingi warga Jati Mekar. Saat itu, warga kedua kampung terus berjaga-jaga menghadapi serangan. Mereka juga meblokade jalan masuk menuju kampung mereka. Untuk menghindari pertikaian lebih lanjut polisi menempatkan satu pleton personel di perbatasan kedua kampung.

2. Pada 11 November 2012 warga kembali terlibat bentrokan membuat warga terpaksa mendatangi markas Kodim 1417
Kendari, untuk meminta perlindungan terkait konflik antarkelompok di wilayah itu. Warga Gunung Jati, Waode Amina (46), Minggu malam, di Kendari, mengatakan, dirinya bersama puluhan warga sengaja datang mengadu langsung ke markas Kodim 1417 karena beberapa hari ini tidak nyaman akibat konflik di daerah itu.

3. Pada 16 Nov 2012, sekelompok pemuda usai minum minuman keras, terlibat perkelahian dan berunjung bentrokan antr kelompok pemuda menyebabkan sejumah orang terluka. Polisi sempat datang mengammankan dan mencidusk sejumlah pelaku.

4. 19 Des 2012 kelompok pemuda lagi-lagi terlibat bentrokan, aparat nampak kesulitan mengendalikan situasi yang sempat memburuk. Saling serang menyebabkan sejumlah warga terluka dan puluhan rumah mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

5. Pada 26 Mar 2013, warga dua Lorong di Gunung Jati kembali terlibat bentrok dan menyebabkan lima orang terluka terjadi

7. Pada 8 April 2013 bentrokan antarwarga lorong barat dan lorong timur di Kelurahan Gunung Jati terlibat bentrok, menyebabkan  satu warga tewas, dan satu warga lainnya kritis akibat terkena sabetan parang dan anak panah. Polisi kesulitan menemukan pelaku pembunuhan di kawasan pemukiman padat penduduk tersebut.

8. Pada Mei 2013 warga kembali bentrok dan menyebabkan sebuah rumah milik warga dibakar. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah orang terluka akibat terkena busur panah.

9. Pada 22 Des 2013 bentrokan kembali meletus dan memaksa aparat TNI terpaksa turun tangan dengan mengirim 100 personil demi mengendalikan situasi di Gunung Jati. Keributan yang terjadi antara warga Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar seolah tak pernah reda.

8. Pada Januari 2014 bentrokan kembali pecah, menyebabkan beberapa pemuda terluka. Bentrokan berlangsung tiga hari ini membuat polisi dan TNI kembali turun tangan. pada peristiwa polisi sempat menetapkan empat orang yang diuga biang kerusuhan masuk DPO.

9. Sabtu, 16 Agustus 2014 pertikaian antar kelompok pemuda kembali terjadi dan menyebabkan satu orang tewas terkena busur panah dan sabetan senjata tajam. Peristiwa ini meicu aksi balas dari kelompok lainnya dengan menyerang dan membakar sebuah mobil yang tengah diparkir di pinggir jalan. (TIM/Dihimpun dari Berbagai sumber)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top