Connect with us

Jalan Berdebu Warga Protes

Investigasi

Jalan Berdebu Warga Protes

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Debu tebal yang berasal dari mobil truk yang melintas di sepanjang Jalan Bersih Hatiku, Kelurahan Tobuha, Kecamatan Mandonga membuat warga geram dan melakukan protes. Pasalnya, sudah sekitar tiga tahun, masyarakat didera penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) karena truk pengangkut tanah yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.

Hal ini diungkapkan Syahruddin, tokoh masyarakat setempat mewakili puluhan warganya.

“Banyak warga yang sakit, selain itu sudah banyak warga yang mengeluh, rumah yang dipenuhi debu dan ternak yang tidak jarang mati. Selain itu, tidak ada penyiraman jalan dari pihak perusahaan yang melakukan pengangkutan tanah,” kata Syahruddin.

Dikatakannnya, ratusan kali truk yang lalu lalang dan mengadakan pengangkutan harusnya melewati rute di wilayah Alolama. Namun, truk-truk ini, menurut Syahdruddin, tidak melewati wilayah Alolama karena dihalang warga setempat.

“Sementara itu, ada biaya penyiraman untuk tiap harinya, namun dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. Jadi, kami tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Salah seorang warga lainnya, Suradi, mengatakan, sangat sedikit dari sopir-sopir truk yang melewati wilayah pemukiman warga, mau memperlambat kendaraan mereka. Sehingga, debu beterbangan masuk rumah. Tak jarang, pipa saluran air yang melintang di tengah jalan raya rusak karena terinjak truk.

Diketahui dari warga, ada lima perusahaan truk yang melakukan proses penggalian dan pengangkutan tanah di wilayah mereka. Kelimanya yaitu, PO Putri Gowa, Sasmita, Adi Putra, Wasupra, Poasia dan PO Hasnur. Namun, kompensasi berupa biaya penyiraman jalanan berdebu dari kelima perusahaan ini tidak jelas. Sampai saat ini, belum ada tanggapan dari Pemerintah Kota Kendari.YS

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Investigasi

To Top