Connect with us

Jaksa Bidik Kasus Gratifikasi Aparat Desa dan Camat di Konut

Uncategorized

Jaksa Bidik Kasus Gratifikasi Aparat Desa dan Camat di Konut

 

KONAWE,SUARAKENDARI.COM – Kejaksaan Negeri(Kejari) Unaaha kini tengah mendalami kasus dugaan pelanggaran pidana korupsi berupa gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang pemerintah yang melibatkan para oknum aparat desa/lurah, dan camat di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Kasus tersebut juga diduga melibatkan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beropersi di daerah tersebut.

Kepala seksi intelejen Kejari Unaaha, Lukman Efendy, SH.MH, saat di temui awak media di ruanganya, Selasa (29/4) mengungkapkan, pihaknya masih perlu mempelajari terlebih dahulu berkas tersebut dan mengumpulkan bukti – bukti dugaan gratifikasi, untuk selanjutnya memanggil para oknum aparat pemerintah tersebut.

“Berkasnya telah kami terima dari Kejari Kendari, namun kami masih perlu mempelajari perkara ini, dimana letak korupsinya, sambil mengumpulkan bukti – bukti, dalam waktu dekat ini kami akan terjun ke lokasi,”ujar Lukman Efendy.

Dalam kasus ini Lukman juga membeberkan beberapa perusahaan perkebunan diantaranya PT DJL, PT SPL, dan PT KS. Praktik penyalahgunaan kewenangan para oknum desa yakni, dengan cara menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT), diatas lahan yang diperuntukan untuk transmigran di Kecamatan Langkikima, guna kepentingan lahan perkebunan sawit, tanpa sepengetahuan masyarakat sebagai pemilik.

“Terkait adanya penggunaan tanah negara,lahan kehutanan, tanah desa, yang telah di tanami pohon sawit, di atas lahan pengembangan transmigrasi seluas ribuan hektar” katanya.

Sementara, juru bicara Forum Masyarakat Langkikima dan tokoh masyarakat, saat di konfirmasi lewat via telvon mengungkapkan, kasus ini mencuat sejak tahun 2007, di mana lahan pengembangan yang di peruntukan bagi warga transmigrasi sejak tahun 1996 itu telah di kuasai perusahaan perkebunan kelapa sawit,

“Perusahaan tersebut adalah PT DJL yang menguasai kurang lebih 1000 hektar, kemudian perusahaan perkebunanan Sawit PT SPL 500,” ujar Kasman. Tanah-tanah yang dikuasai itu adalah milik warga di Kelurahan Langkikima, Desa Sari Mukti, Desa Pariama, Polora Indah, Tobi meita dan Molore. (MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top