Ini Program Pemkot Kendari Bagi Warga yang Tak Punya Rumah

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Pemerintah kota Kendari memiliki sejumlah program untuk menangani rumah tidak layak huni di Kota Kendari, pemerintah kota Kendari juga memiliki program bagi warga yang sama sekali tak memiliki rumah.
“Pemerintah Kota Kendari melakukan banyak hal terutama bagaimana mengentaskan pemukiman kumuh, memang banyak program yang langsung bersentuhan disana” Kata Wali Kota Kendari Asrun.
Asrun mengatakan program subsidi perumahan melalui program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merupakan salah satu program yang dijalankan pemerintah kota Kendari. Warga yang memiliki rumah tidak layak huni dibantu dana perbaikan rumah sebesar Rp 5 juta- Rp 10 juta, namun dengan syarat rumah tersebut memiliki alas hak yang jelas dan bukti kepemilikan sendiri.
Program andalam pemerintah Kota Kendari Persaudaraan Madani kata Wali Kota salah satu fokusnya ialah memenuhi kebutuhan perumahan saudara tidak mampunya.
Di setiap ulang tahun Kota Kendari, pemerintah kota Kendari melalui kecamatan dan kelurahan menjalankan program bedah rumah, dimana tiap kelurahan di haruskan membedah 2 rumah sedangkan kecamatan di berikan jatah 4 rumah untuk setiap kecamatan.
“Penanganan rumah tidak layak huni untuk kelurahan dan kecamatan ini, kami masukkan dalam program P2MK di Kelurahan dan Kecamatan” ucapnya.
Hal serupa juga dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dengan sistem gotong royong para SKPD hampir setip tahun melakukan bedah rumah di kawasan yang akan mengikuti program P2WKSS.
Tak hanya bersumber dari APBD Kota Kendari, Pemerintah kota juga mendapat sejumlah program dari pemerintah pusat melalui beberapa kementerian seperti Kementerian Sosial melalui bantuan untuk perbaikan rumah dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat melalui bantuan rusunawa.
Meskipun sejumlah program telah dijalankan, namun Asrun mengakui belum bisa menuntaskan rumah tidak layak huni. Kemajuan Kota Kendari , menjadikan kota ini sebagai daerah tujuan masyarakat untuk mencari nafkah, sehingga peluang munculnya pemukiman kumuh masih cukup besar. Masyarakat yang masuk mengadu nasip ke kota cenderung memiliki modal pas-pasan dan tidak memiliki rumah sendiri.(ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *