Connect with us

Ini Pesan Terakhir dari Seneng Mujiasih, TKW yang Dibunuh di Hongkong

Hukum & Kriminal

Ini Pesan Terakhir dari Seneng Mujiasih, TKW yang Dibunuh di Hongkong

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Sepekan sebelum meninggal, Seneng Mujiasih alias Jesse Lorena (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang dibunuh di Hongkong, sempat menghubungi orangtuanya untuk menanyakan uang yang telah dikirim korban. Sepekan sebelum meninggal, Seneng Mujiasih alias Jesse Lorena (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang dibunuh di Hongkong, sempat menghubungi orangtuanya untuk menanyakan uang yang telah dikirim korban.

Hal itu diungkapkan Mujiharso, ayah kandung Seneng Mujiarsih, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (4/11/2014) sore. Sebelum menerima kabar kematian anaknya dari seorang tetangga korban sesama buruh migran di Hongkong, Mujiharso sempat berkomunikasi dengan putrinya untuk terakhir kali pada Kamis (31/10/2014) malam.

“Terakhir dia tanya kalau kiriman uangnya sudah diterima atau belum, lalu saya jawab sudah,” tutur Mujiharso dengan nada sedih.

Keesokan harinya, saat ia kembali menghubungi nomor telepon putrinya, ternyata diangkat oleh seorang wanita yang mengaku sebagai rekan almarhum.

“Orang yang angkat telepon bilang, ‘Pak, anakmu sudah pergi’. Tapi kamu jangan bilang sama siapa-siapa ya? Kemarin waktu ngirim uang, dia enggak bisa ngirim karena KTP anakmu hilang,” ungkap Mujiharjo menirukan ucapan teman putrinya.

Ia menjelaskan, putrinya berangkat pertama kali ke Hongkong sejak lima tahun lalu. Selama di Hongkong, korban mengaku bekerja di salah satu restoran di negara tersebut. Mujiharso mengaku tidak mengetahui pasti jasa perusahaan yang memberangkatkan putrinya ke Hongkong. Sebab, semua perlengkapan keberangkatan sang anak diurus di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia hanya sempat mengurus surat pengantar dari desa.

Sementara itu, kakak korban, Sriswantoro, mengatakan, selama bekerja di Hongkong, adiknya sempat cuti sebulan dan pulang ke Indonesia, lalu kembali ke Hongkong. Selama ini, korban merupakan salah satu tulang punggung keluarga dan secara rutin mengirimkan uang untuk keluarganya di kampung.

“Kami keluarga sangat sedih, apalagi kejadiannya dadakan seperti ini. Terlebih adik saya menjadi korban pembunuhan secara sadis, saya sedih sekali, Mbak,” ungkap Sriswantoro di ujung telepon.

Sebelumnya diberitakan, Seneng Mujiasih alias Jesse Lorena (28), salah seorang TKW asal Desa Sidomakmur, Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep), Kabupaten Muna Barat, Sultra, tewas setelah menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan bankir asal Inggris, Rurik George Catton Jutting, di Hongkong pada Sabtu (1/11/2014) lalu. Kepolisian Hongkong sudah menangkap pelaku.kiki

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top