Ini Pentingnya Memperkuat Kapasitas Anggota Parlemen Perempuan di Sultra

Suarakendari.com – Program Mampu atau Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan dilaksanakan oleh Yayasan BaKTI bekerjasama dengan Rumpun Perempuan Sultra. Program ini fokus pada penguatan kapasitas anggota parlemen perempuan dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan masyarakat miskin.

Pada bulan Maret 2015 telah dilaksanakan Workshop Gender Budget bagi APP dan APL di DPRD  Kota Kendari, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa stakeholders, OMS, Perguruan Tinggi dan jurnalis. Salah satu tindaklanjut yang disepakati diakhir workshop adalah perlunya Anggota Parlemen Perempuan (APP) dan Anggota Parlemen Laki-laki (APL) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan analisis anggaran responsive gender secara lebih mendalam, mengingat pelaksanaan workshop yang dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya memberikan keterampilan  teknis bagi  APP/APL padahal keterampilan ini sangat dibutuhkan oleh APP/APL.

Mendukung perwujudan anggaran responsive gender, strategi yang didorong ialah meningkatkan keterampilan anggota parlemen dan secara khusus kepada Anggota Parlemen Perempuan (APP). Untuk melakukan pendekatan kepada APP, perlu memetakan situasi dan peran APP  dalam membaca, menganalisa dan mengambil keputusan dalam fungsi budgeting di DPRD, hal ini terkait juga dengan bagaimana sesama APP saling berinteraksi dan mendukung dalam sebuah kaukus. Sehingga juga diperlukan assessment situasi Kaukus Perempuan Parlemen dan kaukus perempuan politik. Sebab tujuan kaukus sejalan dengan upaya  mewujudkan anggaran responsive gender yakni mempercepat proses demokrasi di Indonesia melalui pengarusutamaan gender dalam  Pembangunan nasional, serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Selain penguatan APP/APL di DPRD Kota Kendari, Rumpun Perempuan Sultra akan melaksanakan penguatan kapasitas pada BPP,PA-KB dan Bappeda Kota Kendari tentang Penguatan implementasi kebijakan pengarus utamaan gender (PUG) di Kota Kendari.

Kaukus perempuan parlemen di Kota Kendari pada periode 2009-2014 telah terbentuk, namun ketua kaukus perempuan parlemen tersebut pada pemilu 2014 lalu tidak terpilih dalampencalonan kembali sebagai anggota parlemen sengga saat ini kaukus perempuan parlemen belum terbentuk kembali.

Direktur Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Husnawati mengatakan Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SKPD dan APP/APL tentang perencanaan dan penganggaran responsive gender (PRG), mengingat saat ini masih minim kebijakan penganggaran responsive gender.  “Diharapkan dengan kegiatan melibatkan SKPD (BPP,PA dan KB serta Bappeda Kota Kendari), akan semakin bertambah kebijakan penganggaran responsive gender,”ujarnya.

Sementara, Kepala BPP,PA dan KB Kota Kendari, St Ganef sangat mengapresiasi sekaligus mendukung agar pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan begitu kaderisasi staf berpengetahuan lebih tentang perencanaan dan penganggaran responsive gender dapat terjadi.

Pada kegiatan yang berlansung dua hari tersebut, Dr. Sri Mastuti, S.Pd, M.hum sebagai fasilitator dari Democratic Governance SILE memberikan materi tentang perencanaan dan penganggaran responsive gender (PPRG) untuk perlindungan social perempuan dan anak. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *