Ini Modus Baru “Curang” Proyek Jalan di bombana

Proyek Jalan di Bombana, Jadi langganan Masalah

Ciptakan Modus Baru, Demi cairnya Anggaran Proyek

Suarakendari.com, BOMBANA – Proses pekerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Bombana seolah tidak pupus-pupusnya dari lilitan masalah.

Banyaknya pekerjaan jalan yang dikerja asal jadi, lalu tidak dijamah oleh proses Hukum, membuat para kontraktor makin keranjingan bermain. Kasus yang terbaru adalah kiat “mencaplok” jalan yang sudah dikerja.

Di desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah misalnya, Sebuah pekerjaan jalan usaha tani yang sudah dikerja oleh PNPM mandiri belum lama ini, tiba-tiba dikerja kembali.

Alhasil, cukup dengan memoles sedikit saja, pekerjaan yang memang sudah jadi tersebut, dianggap telah dikerja. Proses “caplokan” pekerjaan ini, memantik keheranan bagi masyarakat setempat.

Sebab sejatinya, proyek yang bersumber dari Dinas Pertanian Bombana itu, untuk membuat jalan usaha tani baru. Namun kenyataan dilapangan, proyek dengan total anggaran Rp. 103.700.000,- memoles pekerjaan yang sudah jadi.

Kepada wartawan, Kepala Desa Tangkeno Abdul Asis, membenarkan kehadiran proyek “caplokan” tersebut. Kata dia, pihaknya sudah menyarankan kontraktornya, agar tidak menindis pekerjaan yang sudah ada. Namun himbauan itu diabaikan begitu saja.

“Untuk titik mulai pekerjaan itu, sudah kami tentukan bersama pihak konsultan, masyarakat dan pemerintah desa. Namun titik nol itu, diabaikan oleh pihak kontraktornya,” terang Abdul Asis

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Bombana, pekerjaan jalan usaha tani di Desa Tangkeno tersebut, dikerja oleh CV Telaga Bening Nusantara, dengan 520/31/SPK.PL-Distan/VIII/2015 nomor kontrak pekerjaannya.(DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *