Ini Kronologis Meninggalnya Raja Cantung Usai Festival Keraton di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Masyarakat Kalimantan Selatan berduka. Salah satu raja mereka, Raja Gusti Henry Binti Nindyanto Iskandar Raja Cantung (48) meninggal dunia usai mengikuti kegiatan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Raja asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 Wita setelah sempat dirawat intensif di RSUP Bahteramas Kota Kendari, Selasa.

Keterangan dari kerabat kerajaan menyebutkan, sejak hari Minggu (15/11) lalu, tepatnya saat penutupan kegiatan festival keraton, almarhum masih kondisi sehat dan masih sempat bercengkrama bersama keluarga kerajaan, sambil begadang dan minum kopi hingga pukul 01.00 Wita Senin dini hari. Namun dalam hitungan menit almarhum tiba-tiba terlihat lemas.

Karena cemas, pihak keluarga kemudian membawa sang Raja ke RSU Sakit Korem Kendari untuk diberi perawatan. Namun hanya beberapa jam di RSU Korem Milik TNI-AD itu, lalu dirujuk ke RSU Provinsi Bahteramas dengan bantuan medis. Namun, nasib berkehendak lain. Di rumah sakit milik pemerintah Sultra itulah sang raja menghembuskan napas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia. Meninggalnya sang raja membuat pihak kerabat nampak sangat bersedih.

Pangeran Hendra Iskandar yang merupakan saudara almarhum, saat berada di Kendari mengatakan, Raja Gusti Hendry sangat baik dan dikenal dekat dengan masyarakat, baik di Kalimantan Selatan maupun di Jakarta. Almarhum meninggalkan seorang istri/Permaisuri Dwi Anugrah Ibun Adiyanto (42) dan empat orang anak (dua putra dan dua putri).

Jenazah telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat reguler Garuda Indonesia dari Bandara Haluoleo Kendari menuju Jakarta, setelah disholatkan di ruang khusus dengan prosesi upacara adat kerajaan di Kendari.
Jenazah almarhum sekitar pukul 14.30 Wita diberangkatkan ke Jakarta dengan prosesi upacara adat Kerajaan Tolaki di Kendari.

Meninggalnya Raja Kaliman Selatan membuat pemerintah dan masyarakat Sultra melalui Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata atas dan Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) H Masyur Masie Abunawas menyampaikan duka yang mendalam, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum. SK/AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *