Connect with us

Ini Kronologi Perampokan Berdarah di Kolaka

Uncategorized

Ini Kronologi Perampokan Berdarah di Kolaka

 

KOLAKA, SUARAKENDARI.Com-Aksi perampokan dengan  kekerasan menimpa Ahmad di daerah kontrakannya, di Kelurahan Tonggoni, Kecamatan Pomalaa, Kolaka.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis Suara Kendari bahwa saat aksi perampokan oleh orang tidak dikenal,  Ahmad melakukan perlawanan yang sengit di kamar korban. Namun apa daya, akhir dari duel itu membuat Ahmad menderita sejumlah luka sabetan benda tajam yang mengantarkan dirinya dalam kondisi kritis.

Kepada SuaraKendari, dirinya mengatakan kejadian itu sekitar pukul 4.30 subuh, kamis (20/02/2014). “Kondisinya itu ada luka sobek di tangan dan yang paling parah itu dibagian kepala. Saat sadar dia tidak bisa menjelaskan secara detai, namun intinya pencuri yang dicurigai satu orang itu sudah berhasil membawa telepon genggannya. Namun saat mencoba mempreteli barang lain didalam kamar, Ahmad langsung memergoki,” kata Herinaldi, rekan Korban.

Ahmad Bahrul Hayat merupakan karyawan PT. Adhi Karya, yang dimana juga sebagai perusahaan rekanan dari PT. Antam UBPN Sulawesi Tenggara dalam pengerjaan sebuah proyek di ANTAM.

“Ia sebagai arsitek diperusahaan kami. malam sebelumnya kami menugasi Ahmad untuk mengerjakan gambar proyek. Karena kelelahan dan  listrik padam, Ahmad lantas tertidur di lantai rumah kostnya. Ketika tertidur, ia lupa menutup jendela kamarnya. Saat terbangun subuh, Ahmad  melihat sesosok pria sedang membawa laptop miliknya dan hendak melarikan diri lewat jendela. Dia melawan saat itu, ” kata Herinaldi.

Perampokan berdarah ini dibenarkan oleh Kapolsek Pomalaa, Iptu Achmad Ardhy, beliau menjelaskan bahwa saat proses perampokan itu terjadi kondisi kontrakan korban dalam kondisi gelap gulita dan sepi. Sehingga suasa ini diduga memancing pelaku untuk berbuat lebih. “Listrik padam dan lingkungan sepi. Kronologisnya itu pelaku masuk melalui jendela, saat masuk pertama mengambil HP korban. Nah nanti masuk kedua kalinya korban tersadar dan memergoki aksi pelaku,” jelasnya.

“Tapi saat dipergoki kedua kalinya itu, terjadilah aksi perkelahian antara pelaku dan korban. Memang korban bersimbuh darah, makanya kami duga pelaku menggunakan parang. Di TKP kami temukan sebuah topi dan itu akan jadi petunjuk untuk menemukan pelaku. Jumlah kerguian materi sangat sedkikit tapi kerugian secara fisik itu yang paling besar, karena korban sampai kritis,” cetusnya.

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Kolaka, bercakan darah yang terlihat dilantai dan dinding rumah menandakan adanya perlawanan sengit dari korban. Sebab lantai sepanjang kurang lebih 10 meter dan sejumlah anak tangga dipenuhi darah yang diduga milik korban. Pantauan SuaraKendari di RS. Benyamin Guluh, warga Bandung tersebut dalam kondisi kritis dan sesekali mengigau. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top