Connect with us

Ini Dia Tiga Daun Ramuan Bedak Kaledupa yang Melegenda

Metro

Ini Dia Tiga Daun Ramuan Bedak Kaledupa yang Melegenda

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Saya beruntung, saat tiba saya mendapati Laode Untung tengah meracik bahan ramuan bedak kaledupa. Bahannya diambil dari tiga jenis daun yang dicampur beras. Mulanya, Laode Untung enggan membeberkan jenis daun yang digunakan mencampur bedak, takutnya, akan ada yang mengklaim dan menjadikannya hak paten.

Namun, setelah dibujuk pria asli Wakatobi ini mau membuka tabir rahasia ramuan tradisi budaya bangsa tersebut. Laode Untung kemudian mengantar saya ke kebun mini yang terletak di halaman klinik miliknya di kawasan Perumahan Kendari Permai, Kelurahan Padaleu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Di kebun mini itu, Untung menanam aneka jenis tumbuhan. Meski kecil, namun cukup banyak aneka tumbuhan di sana. Pria parobaya ini kemudian memperlihatkan dua jenis daun langka yang telah melegenda sebagai bahan campuan ramuan bedak kaledupa. Dua jenis daun itu masing-masing jenis daun Tappohua dan daun Katikatinti.

Dua daun ini memiliki kasiat yag berbeda. Daun tappohua yang mirip daun kelor misalnya, memiliki kasiat menyambung urat yang putus. Ciri daun ini memiliki tiga tulangan dan daunnya bulat. Sedang daun katikatinti daunya mirip bunga bayam memiliki kasiat menurunkan bengkak. Sebenarnya masih ada satu daun lagi yang menjadi ramuan bedak kaledupa, yakni, daun taran yang berkasiat memberi daya tahan pada tulang. Sayangnya daun taran hanya dapat tumbuh di pulau kaledupa, kabupaten wakatobi, sulawesi tenggara.

Laode untung menggunakan tiga daun ini sebagai Bahan ramuan untuk memijat yang dicampur dengan beras. Caranya tiga daun yang telah dipetik dibersihkan, lalu dimasukkan ke dalam wadah dan kemudian ditumbuk hingga halus. Setelahnya kemudian dicampur dengan butiran beras dan ditumbuk lagi hingga benar-benar ramuan menjadi halus. Setelah seluruh bahan tercampur rata, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Seluruh bahan tersebut kemudian dijemur dibawa sinar matahari. Proses penjemuran bisa mencapai dua hari hingga bahan bedak benar-benar kering.

Menurut Laode Untung, untuk bedak kaledua buatannya bisa tahan hingga berbulan-bulan. ”Seluruh bahan ramuan yang telah jadi bedak inilah yang digunakan untuk memberikan pertolongan bagi penderita patah tulang maupun keseleo,”kata Laode Untung. (YOSHASRUL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top