Connect with us

Indenpendensi PPK Rumbia Tengah Diragukan

Uncategorized

Indenpendensi PPK Rumbia Tengah Diragukan

BOMBANA- Panitia Penyelengara Kecamatan (PPK) Rumbia Tengah Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara ditengarai lakukan kecurangan, pasca pleno perhitungan suara pilcaleg 2014 Minggu (13/4) lalu.

Sejumlah saksi parpol dipaksa bertanda tangan, sebelum perhitungan suara berakhir. Jika ada saksi yang menolak, maka rekapan hasil pleno diancam tidak diberikan.

Ketua Badan Komunikasi Parpol Gerindra Kabupaten Bombana, Muhamad Anis menegaskan cara tersebut mengindikasikan ada upaya lain diluar kegiatan pleno. “Saya sangat hawatir dengan cara kerja PPK Rumbia Tengah. Saksi disuruh bertanda Tangan di awal. Sementara rekapan Formulir D dan lampirannya, berkali-kali diminta saksi, namun tidak diberikan dihari itu juga,” kesalnya

Pihak PPK bersedia manakala rekapan diambil keesokan harinya. “Ada saya pada saat itu, banyak saksi meminta rekapan, namun tidak diberikan. Mereka hanya dijanji nanti keesokan harinya,” ujar Anis.

Cara tersebut kata Politisi Muda Gerindra ini, mengharuskan data pleno bermalam dulu, baru bisa diberikan kepada saksi. “Inilah yang saya katakan rawan. Artinya, kenapa data itu harus bermalam? Lalu siapa yang jamin jika data itu tidak akan diproteli,” tanyanya.

Bukan cuma kesal terhadap ulah PPK, namun Panwascam setempat, dinilai bablas.”Panwascam Rumbia Tengah itu duluan menghilang sebelum berakhir rapat pleno PPK. Inilah yang menambah betik kehawatiran semua pihak,” ungkapnya.

Dirinya menuding cara -cara ini mencoreng nilai demokratis, dan patut jadi tanyaan. “Saya himbau KPUD dan Panwaslu Kabupaten agar mencermati serius persoalan ini. Juga personal Panwascam dan PPK setempat,” tukasnya. (DAR)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top