Imran Tinggalkan Luka Bagi Warga Konsel

SUARAKENDARI.COM-Dua belas tahun memimpin Konawe Selatan, rupanya Dr H Imran MSi meninggalkan sejumlah “luka” bagi warga Konawe Selatan, khususnya mereka yang tanahnya diserobot oleh perusahaan perkebunan sawit secara sewenang-wenang.

Warga di sejumlah daerah seperti, Kecamatan Landono dan Mowila kini tengah berjuang melawan penindasan perusahaan sawit PT Merbau Jaya yang diduga mengambil tanah-tanah warga tanpa persetujuan pemiliknya. Bahkan, perusahaan telah dengan sewenang-wenang menggusur tanah yang telah ditumbuhi aneka tanaman seperti lada, kakao, cengkeh dan kelapa.

Tindakan sepihak perusahaan tentu saja melukai hati warga pemilik lahan dan membuatmereka melakukan perlawanan. “Warga yang memiliki bukti kepemilikan atas tanah, tapi perusahaan malah nekat menggusur tanah kami,”kata Dahlan, warga Mowila.

Dahlan menambahkan, sejauh ini warga telah melakukan protes ke pemerintah dan wakil rakyat, tapi hingga kini belum ada tanda-tanda perusahaan mau mengindahkan penghentian penggusuran.

Izin usaha perkebunan PT Merbau Jaya Indah Raya Nomor 1465 Tahun 2011, tanggal 28 Oktober 2011 dengan luas areal perkebunan 9.600 Hektar, ijin ini diterbitkan oleh Bupati Konawe Selatan. (SK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *