Connect with us

Imlek, Jemaat Tionghoa Hikmat Beribadah

Metro

Imlek, Jemaat Tionghoa Hikmat Beribadah

 KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Perayaan Imlek pada tahun ini tentu selalu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keturunan tionghoa, sebelum melepas tahun, biasanya para jemaat melakukan ibadah dengan memanjatkan segala harapan baru.

 Hal tersebut nampak di Vihara Takad Maitreya dan Vihara Eka Dharma Manggala Kendari. Para jemaat sebelum sampai pada puncak acara yakni pergantian tanggal dari 30 Januari ke 31 Januari yang ditandai dengan Tahun Baru Imlek, ada beberapa ibadah yang dilakukan.

 Chindy Tanjung, Pelaksana Vihara Takad Maitreya menjelaskan bahwa sebelum pergantian tahun, ada beberapa ibadah yang dilakukan yakni puja bakti atau sujud nurani dan dharma class untuk memberikan penyegaran bagi jemaat sebelum memasuki tahun baru.

 “Pada pukul 20.00 kami melakukan puja bakti, kemudian pukul 21.00 sampe 22.00 kami ada yang namanya dharma class, lalu setelah itu kami kembali melakukan puja bakti sampai puncak acara,” jelasnya.

 Menurutnya, dharma class atau ceramah dilakukan agar seluruh jemaat paham bahwa hakikat sebuah kehidupan juga perlu dilandasi atas rasa syukur terhadap segala sesuatu yang diberikan Tuhan.

 Nampak jelas, seluruh jemaat malam itu sangat hikmat dalam mengikuti rangkaian ibadah yang harus dilakukan sebelum melepas tahun menuju tahun baru. Ia juga menjelaskan bahwa tahun baru ini yang identik dengan shio kuda akan menjadi sebuah lambang tersendiri dengan harapan yang lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya.

 “Kalau shio kuda itu artinya simbol kekuatan dan lambang kesetiaan, mudah-mudahan saja ditahun ini semua orang bisa lebih hebat dan setia terhadap apa yang dijalaninya,” katanya. Ibadat yang dilakukan tidak hanya pada malam pergantian tahun, melainkan juga ibadah lain akan dilakukan pada hari ke-15 imlek.

 Dimana, seluruh jemaat akan kembali menjalankan ibadah seperti pada saat pergantian tahun imlek. Cindy berharap dengan memasuki tahun baru ini, maka seluruh masyarakat bisa selalu hidup berdampingan dan tidak melihat perbedaan serta terhindar dari segala mara bahaya.

 “Mudah-mudahan masyarakat kendari bisa sama-sama membangun kebersamaan, agama dan warna kulit jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak harmonis, terlepas dari apapun latar belakang seseorang, semua orang pasti ingin bahagia,” harapnya. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top