Connect with us

Ilegal Logging Marak di Hutan Lindung, LSM Forak Protes ke Polda Sultra

Suara Lingkungan

Ilegal Logging Marak di Hutan Lindung, LSM Forak Protes ke Polda Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI. Com- Lambannya aparat kepolisian daerah Sulawesi Tenggara menangani kasus ilegal logging, membuat puluhan mahasiswa dan LSM Forum Rakyat Untuk Penegakan Hukum (Forak) mendatangi kantor Polda setempat, Rabu (18/3/2014).

Dalam orasinya massa menyatakan, kayu untuk pembuatan kapal komersil merupakan hasil penebangan liar di kawasan hutan lindung Tanjung Peropa di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.

Koordinator Forak, Taufik Songkono mengatakan, bahan baku kayu untuk pembuatan kapal berkapasitas 1300 ton adalah hasil penebangan liar di kawasan hutan konservasi Tanjung Peropa, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.

“ Kami mendesak Polda Sultra untuk segera menuntaskan kasus pembuatan kapal komersil di Desa Batu Putih, Kecamatan Kolono, Konawe Selatan (Konsel). Sudah ada pelanggaran, buktinya sudah di police line, namun hingga saat ini kasus tersebut belum dituntaskan. Bahkan terperiksa dari pihak pengusaha dibebaskan sebab diduga ada oknum aparat yang terlibat,” teriak Taufik di Mapolda Sultra, Selasa (18/3/2014).

Investigasi Forak, katanya kegiatan pembuatan kapal yang berbahan kayu ilegal itu, diduga dilindungi oleh oknum aparat Kepolisian dan pegawai Dinas Kehutanan, sebab aktivitas tersebut sudah berlangsung selama 4 tahun, tidak memiliki Amdal serta menggunakan kayu ilegal tetapi dibiarkan.

“ Hasil investigasi kami pembuatan kapal komersil, kayunya dari areal produksi dan hutan lindung, seluas 30 ha. Pekerjanya sekitar 100 orang tenaga yang berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,” tegasnya.

“Laporan hasil investigasi yang kami sampaikan ke Polda, Dinas Kehutanan, BKSDA Sultra, bahwa aktivitas pembuatan 8 buah kapal yang berkapasitas sekitar 1000 ton, dengan bahan baku ribuan kubit kayu dari hutan lindung dan konservasi, diduga dilindungi oleh oknum aparat kepolisian Polda Sultra dan Polres Konsel serta pegawai Dinas Kehutanan setempat,” kata Taufik

Tak hanya itu, kayu ilegal industri pembuatan kapal juga tak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Kegiatannya mencemari laut, dan merusak hutan bakau karena penggunaan bahan kimia untuk pengecetan.

Untuk itu, massa Forak mendesak pihak Polda Sultra untuk segera memeriksa oknum dinas kehutanan yang diduga melindungi praktek ilegal tersebut. “ Kapolda serius dan konsisten menuntaskan penyidikan ilegal logging, demi penegakkan supremasi hukum,” tambahnya.

Direktur Reserse dan Kriminal khusus (Dir Reskrimsus) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dul Alim yang menerima para pengunjukrasa, mengaku serius dalam menangani kasus ini. Buktinya, pihaknya telah turun ke lokasi pembuatan kapal dan memberi garis polisi di lokasi tersebut.

“ Sudah memeriksa ahli pembuat kapal, pegawai dinas kehutanan dan dinas perindustrian Konawe Selatan. Malah ada sms yang masuk ke Kapolda tentang tudingan saya menerima uang untuk menghentikan kasus ini itu fitnah, saya akan tuntut balik,” Tegas Dul dengan nada marah dihadapan massa Forak.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top