Connect with us

Tidak Lulus, Puluhan Honorer K2 Kendari Protes Datangi DPRD Sultra

Metro

Tidak Lulus, Puluhan Honorer K2 Kendari Protes Datangi DPRD Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Puluhan honorer Kategori Dua (K2) dari tenaga guru di lingkup Kota Kendari , yang tidak lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013, Kamis (20/2/2014) siang mendatangi gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Mereka memprotes hasil pengumuman CPNS K2, karena dinilai tidak adil.

Para guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun itu mengaku, kecewa dengan hasil seleksi K2 tersebut. Pasalnya, tak hanya menanggung beban keluarga, bahkan mereka menerima olokan dari tenaga honorer muda yang baru lulus K2.

“ Ada tenaga honorer K2 yang kalimatnya seolah menyindir kami, bunyi begini pak, “ tante kenapa kita sudah mengabdi lama tidak lulus? Z baru mengabdi sudah lulus”. Kalimat itu membuat kami malu,” terang Martha, salah seorang tenaga honorer K2 di SMP 17 Kendari.

Martha mengaku, telah mengabdi sebagai guru sejak tahun 1985. Tetapi saat itu ia mengajar di sekolah swasta, di tahun 2004 Martha mengajar di sekolah negeri.

“ lulus kuliah tahun 1985 saya langsung mengajar di sekolah swasta, awal tahun 2000an baru di SMP 17. Saya tidak bisa ikut tes CPNS melalui jalur umum, karena usia sudah lewat bu,” tutur Martha usai diterima anggota komisi 1 DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (20/2/2014).

Untuk itu, para guru meminta pemerintah agar tetap mengadakan seleksi CPNS bagi honorer K2. Dengan alasan masih banyak diantara mereka yang sudah berumur senja, namun belum diangkat menjadi CPNS, sementara mereka sudah mengabdi puluhan tahun.

“ Kami mendesak DPRD ini agar bagaimana cara menyampaikan tekanan ke Kementerian PAN untuk tetap menyeleksi K2 menjadi CPNS. Karena masih banyak yang tidak lulus, kota Kendari dari 3000 yang lulus hanya 500 orang begitu juga daerah lain,” terang La Sariati koordinator guru.

Menanggapi tuntutan para honerer K2 tersebut, Muh. Basri anggota komisi 1 DPRD Sultra menyatakan, akan segera meneruskan aspirasi para honorer tersebut.

“ Kami meminta agar bapak dan ibu memberikan data para guru yang tidak lulus seleksi K2, nanti akan segera kami sampaikan ke Kementerian aparat negara dan DPR RI komisi II di Jakarta,” tegas Basri dihadapan puluhan guru di ruangan rapat pimpinan DPRD Sultra.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top