Connect with us

Ibu ini Pingsan Saat Temukan Dua Anaknya Tewas Terpanggang

Hukum & Kriminal

Ibu ini Pingsan Saat Temukan Dua Anaknya Tewas Terpanggang

 

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Orangtua mana yang tidak terpukul dan sedih mendapati dua buah hatinya terbujur kaku. Seperti itulah yang dialami Nurjannah, ibu dari Dina (7 th) dan Riski (18) bulan, dua bersaudara yang tewas terpanggang saat si jago merah melalap rumah mereka.

Nurjannah yang bekerja sebagai pedagang nasi kuning di rumah sakit Bahteramas Kendari, setibanya di rumah tetangganya tempat dua buah hatinya disemayamkan, histeris dan pingsan seolah tak percaya, melihat dua anaknya sudah tak bernyawa lagi.

“Kasian anakku, kenapa mereka harus mengalami nasib seperti ini,”teriak Nurjanah mendapati anaknya yang sudah terbungkus kain sarung, Selasa (24/11/2014).

Sang ibu terus menangis seolah menyesali tindakannya, meninggalkan buahnya hati di rumah.

“Sejak semalam dua anakku ini tidak bisa tidur, bahkan Riski yang bungsu menangis kelaparan dan selalu minta untuk disusui. Ini mi mungkin akibatnya kasian anakku,” kata Nurjanah sambil menangis histeris.

Tetangga dan kerabat  berusaha menenangkan Nurjanah, agar tabah menerima musibah itu.

” Jannah, istigfar dek masih ada tiga anakmu. Ini musibah, sabar dek,” kata salah seorang kerabat mencoba menenangkan dan menghibur ibu dari dua korban kebakaran.

Sementara sang ayah, Syarifudin Anta hanya terdiam dan terpukul melihat kedua anaknya sudah terbungkus kain sarung. Ia memilih keluar dan beristirahat di rumah ketua RT 01 RW 01, Kelurahan Mandonga, Kota Kendari tak jauh dari rumahnya yang terbakar.

Salah seorang tetangga mereka menyebutkan, api berasal dari tabung gas 3 kilogram. Karena saat itu, Dina (8) korban yang baru pulang dari sekolah hendak memasak indomie.

Dua bersaudara anak pasangan Syarifudin Anta- Nurjanah, warga jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Mandonga, Kota Kendari, meninggal setelah terkurung api dalam rumahnya. Mereka ditemukan tewas oleh petugas pemadam kebakaran Kendari di tengah puing-puing bangunan yang hangus terbakar.

Selanjutnya petugas Damkar membungkus kedua anak malang itu dengan kain sarung dan membawa ke rumah tetangga terdekat. Tiga unit armada pemadam diturunkan untuk memadamkan apinya.

“Dugaan sementara kebakaran bersumber dari ledakan tabungan gas 3 kg, sebab informasi dari warga terdengar ledakan dua kali dari dalam rumah,” ungkap Kapolsek Mandonga AKP La Baco di lokasi kebakaran, Senin (24/11/2014).

Pihaknya, kata La Baco telah menyita tabung gas sebagai barang bukti untuk dilakukan penyelidikan atas musibah kebakaran tersebut. Selain itu, garis polisi juga mengelilingi lokasi bekas kebakaran tersebut.

Seperti diberitakan sebuah rumah semi permanen milik Syarifudin Anta di jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kendari, hangus terbakar. Dua anaknya yang terkurung dalam rumah tewas terpanggang. Api diduga berasal dari tabung gas 3 kilogram, karena para tetangga mendengar suara ledakan sebanyak dua kali dari dalam rumah yang terbakar. (Kiki)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top