Connect with us

Honor Belum Dibayar, Saksi Partai Gerindra Kendari Ancam Lapor Polisi

Hukum & Kriminal

Honor Belum Dibayar, Saksi Partai Gerindra Kendari Ancam Lapor Polisi

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Puluhan saksi pemilu legislatif 2014 dari partai Gerindra, Kendari, Sulawesi Tenggara, mendesak pengurus partai setempat untuk membayar honor mereka sebesar Rp 150 ribu perorang. Para saksi di masing-masing TPS tersebut berasal dari daerah pemilihan lima yakni Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Puwatu, Kota Kendari. Tak hanya di TPS, pengurus partai Gerindra Kendari juga belum membayar honor saksi di tingkat Kecamtan dan Kota.

Sirajuddin, salah seorang saksi di PPK Kadia dan KPU menuturkan, hingga kini belum menerima sepeserpun honor yang dijanjikan ketua partai. Sementara ia telah melaksanakan tugasnya sebagai saksi partai dengan menyerahkan seluruh hasil rekapitulasi suara di wilayahnya.

“ Sampai sekarang saya belum terima honor saksi sebesar Rp 300 ribu di tingkat Kecamatan, saya juga sudah jadi saksi di rapat pleno KPU. Kalau menurut pak Mahidin, dia janji untuk ketemu di salonnya, tapi dia bilang nanti saya telepon. Nah selesai pleno rekap di KPU Kendari saya mau ketemu untuk menyerahkan hasil pleno, kembali dia janji akan ditelepon balik,” ungkap Sirajuddin, Senin (2/4/2014) di Kendari.

Ketua DPC Gerindra Kendari Muhidin, kata Sirajuddin selalu menyatakan dalam proses pencarian dari DPP Gerindra saat pihaknya dan puluhan saksi di TPS menanyakan honor mereka. Padahal sepengetahuannya, dana saksi untuk kota Kendari sebanyak Rp. 97 juta telah digelontorkan pengurus DPP Gerindra sejak empat hari sebelum pemilu legislatif.

“ Keputusan rapat DPC memang tidak diberikan semuanya jadi diberikan Rp 75 ribu, tapi kami ragu karena jangan sampai pengurusannya dipersulit dan ternyata terjadi seperti sekarang ini. Bahkan ketua DPD Gerindra Sultra menambahkan dana sebesar Rp. 50 ribu, jadi totalnya saksi di TPS mendapat honor senilai Rp 200 ribu,” jelasnya.

Sirajuddin yang juga pengurus PAC di kecamatan Kadia, mengancam akan melaporkan kasus ini polisi. Karena perbuatan ketua DPC Gerindra Kendari masuk dalam kasus penggelapan dan penipuan. Hal yang sama juga diungkapkan saksi TPS 1 Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Radinal Gafri. Menurutnya, sampai sekarang ini belum terima honor saksi.

“ Belum satupun saksi TPS di dapil 5 dibayarkan honor, kami dijanji-janji beberapa kali sampai jenuh menunggu. Sementara kami sudah sleesai melaksanakan tugas dan formulir C1 di TPS sudah kami serahkan ke pengurus partai Gerindra, maka dari itu kami berharap agar honor saksi segera dibayar,” terangnya.

Ketua DPC Gerindra Kota Kendari, Muhidin Abdul Said yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyatakan, pihaknya hanya membayar honor saksi yang telah menyerahkan hasil rekap suara di tingkatan TPS sampai KPU.

“ Partai baru bisa menyerahkan honor ketika hasil rekapitulasi perhitungan suara di TPS, PPS, PPK diserahkan ke partai, karena itu bukti kami untuk membayar. Bagi mereka yang belum menyerahkan itu, kami tidak bisa membayar honornya. Karena jangan sampai mereka hanya mengaku saja sebagai saksi, dan jika saksi mengaku telah menyerahkan hasil rekap diserahkan ke siapa?,” imbuhnya.

Menurutnya, DPC Gerindra Kendari telah mempercayakan ke bendahara DPC untuk membayarkan honor para saksi parpol. Muhidin mengaku tidak takut dengan ancaman para saksi untuk dilaporkan ke polisi.

“ Kalau memang saksi memiliki bukti formulir C1 rekap suara di tingkatan TPS, PPS dan PPK, suruh ketemu saya nanti saya akan bayarkan honornya. Kalau memang dianggap saya salah silakan saja dilaporkan ke polisi,” tegasnya.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top