Hearing PT. DJL Diwarnai Aksi Keributan

Suarakendari.com, Hearing atau rapat dengar pendapat yang dilakukan di Kantor DPRD Sultra terkait PHK yang dilakukan oleh PT. Damai Jaya Lestari kepada kurang lebih 200 karyawan diwarnai dengan aksi keributan.

Rapat dengar pendapat yang berlangsung sejak pukul 11.30 hingga 16.30, Selasa (6/10/2015) diwarnai kegaduhan, saling debat antara pihak perusahaan dan karyawan tidak dapat dihindari.

Uly Sitorus yang menjadi perwakilan dari PT. DJL sempat tersinggung ketika Mahidin Abdul Syaid mengeluarkan kata-kata jika Uly seperti Malaikat.

“Uly ini seperti malaikat” katanya.

Sontak hal tersebut membuat Uly tersinggung dan langsung memotong pembicaraan. Sayangnya, secara spontan puluhan karyawan yang hadir dalam ruangan tersebut juga ikut bersorak seakan-akan ingin menunjukkan bahwa selama ini piham DJL telah mengintimidasi mereka.

Sayangnya, rapat dengar pendapat yang terjadi selama kurang lebih lima jam itu, belum membuahkan hasil. Pihak dewan bersama dengan stekholder terkait sepakat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan melakukan investigasi terhadap permasalahan tersebut.

“Tidak akan ada titik temu jika kita hanya berdiskusi saja, harus ada pansus yang bisa menyelidiki masalah ini, pengawasan kita lakukan sama-sama dan transparan” usul Suwandi Andi yang merupakan komisioner DPRD Sultra.

Abdulrahman Saleh yang memimpin rapat tersebut setuju untuk membentuk pansus dan rapat masih akan dilanjutkan keesokan harinya, mengingat pemimpin dari PT DJL yang bisa mengambil kebijakan dan keputusan belum bisa hadir hari itu.

“Rapat kita lanjutkan besok (Rabu, red) karena pimpinan dari DJL berjanji akan bersama kita besok, masalah pansus saya juga setuju untuk membentuknya dan kita upayakan agar masalah ini bisa kita selesaikan hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Sebagai tambahan, ratusan karyawan PT. DJL mengadukan nasibnya di Kantor DPRD Sultra pada Senin (5/10/2015) karena menilai bahwa perusahaan melakukan PHK sepihak tanpa memberikan pesangon dengan alasan kondisi ekonomi yang memburuk. Saat ini ratusan karyawan tersebut bermalam di Kantor Dinas Sosial Sultra membawa keluarga dan anak dengan harapan agar bisa difasilitasi untuk dipulangkan kembali ke NTT oleh pihak perusahaan. Pasalnya, saat perekrutan, pihak perusahaanlah yang menjemput dan merekrut langsung dari NTT. (LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *